Logo
>

Tiga Bulan Laba MDIY Rp305 Miliar, Sahamnya Bergerak di Area 770-890

Kinerja kuartal pertama tumbuh, namun pergerakan harga dan aliran asing masih bergerak fluktuatif sejak awal tahun.

Ditulis oleh Yunila Wati
Tiga Bulan Laba MDIY Rp305 Miliar, Sahamnya Bergerak di Area 770-890
MDIY berhasil membukukan laba bersih naik menjadi Rp225,2 miliar. Namun pergerakan sahamnya masih berada di fentang fluktuasi yang cukup lebar, (foto: dok MDIY)

KABARBURSA.COM – Selama tiga bulan pertama 2026, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengumpulkan laba sebesar Rp305 miliar. Namun, pergerakan sahamnya bergerak dengan fluktuasi yang cukup lebar.

Sejak Januari 2026, pergerakan saham MDIY membentuk pola naik-turun yang cukup tajam. Dari level Rp830 di awal tahun, saham ini sempat melemah ke Rp770 pada Maret, sebelum kembali naik ke Rp870 di April dan berlanjut ke Rp890 di Mei.

Perubahan harga ini berjalan beriringan dengan dinamika aliran dana asing. Pada Maret dan April, net buy asing masing-masing tercatat sebesar Rp18,98 miliar dan Rp7,59 miliar. Hingga awal Mei, asing masih gencar masuk dengan net buy mencapai Rp36,36 miliar.

Namun, tidak semua periode diwarnai akumulasi. Pada Februari, asing justru mencatatkan net sell tipis sekitar Rp94,84 juta. Hal yang sama terjadai pada Januari, di mana tekanan jual mencapai Rp2,89 miliar. 

Laba Bersih Naik Signifikan

Di sisi fundamental, MDIY membuka tahun dengan pertumbuhan kinerja. Laba bersih kuartal I 2026 tercatat Rp305,9 miliar, naik dari Rp225,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan mencapai Rp2,36 triliun, dengan laba kotor Rp1,21 triliun. Dari angka tersebut, laba usaha tercatat Rp457 miliar dan EBITDA sebesar Rp728,1 miliar.

Struktur margin menunjukkan posisi yang relatif stabil. Dengan net margin sekitar 12,9 persen dan EBITDA margin mendekati 30 persen, kinerja operasional masih mencerminkan efisiensi yang terjaga.

Namun, beban keuangan tetap menjadi komponen yang perlu dicermati. Beban bunga tercatat Rp45,2 miliar, dengan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 16,11 kali.

Dari sisi neraca, MDIY mencatat total aset Rp7,70 triliun dengan ekuitas Rp4,52 triliun. Struktur utang berada pada level debt to equity ratio 0,70 kali, mencerminkan penggunaan leverage yang moderat.

Valuasi Premium, PER 73,31x

Di pasar, valuasi saham berada pada level PER 73,31 kali dan PBV 4,96 kali. Angka ini menempatkan MDIY pada kategori valuasi premium dibanding sebagian emiten ritel lainnya.

Pergerakan harga yang sempat terkoreksi pada Maret terjadi bersamaan dengan lonjakan transaksi dan nilai perdagangan. Nilai transaksi pada periode tersebut mencapai Rp39,96 miliar dengan volume 486,87 ribu lot.

Setelah fase tersebut, harga mulai bergerak naik kembali, diikuti dengan penurunan volume transaksi. Pada Mei, volume tercatat hanya 2,87 ribu lot dengan frekuensi 198 kali, jauh lebih rendah dibanding periode sebelumnya.

Kondisi ini mencerminkan perubahan intensitas transaksi di pasar. Kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir tidak sepenuhnya diikuti oleh lonjakan aktivitas perdagangan.

Di tengah pergerakan tersebut, kombinasi antara pertumbuhan laba dan fluktuasi aliran dana asing menjadi faktor utama yang membentuk dinamika saham MDIY sejak awal tahun.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79