KABARBURSA.COM – Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, dengan kenaikan hingga 57 poin, namun asing mencatatkan net sell hingga 2,8 miliar.
Secara total, volume beli tercatat 3,55 miliar saham, sementara volume jual mencapai 6,43 miliar saham.
Meski secara agregat asing masih mencatatkan tekanan jual, sejumlah saham justru menjadi titik akumulasi yang cukup agresif. KOTA menempati posisi teratas sebagai saham yang paling banyak diborong asing dengan net buy 376,96 juta saham.
Di bawahnya, BRPT mencatat net buy 84,25 juta saham dan BBRI sebesar 82,95 juta saham. Pola ini menunjukkan bahwa akumulasi asing terfokus pada saham-saham tertentu meski secara keseluruhan arus dana masih keluar dari pasar.
Sebaliknya, tekanan jual asing terkonsentrasi pada beberapa nama besar. GOTO menjadi yang paling dominan dilepas dengan net sell mencapai 3,27 miliar saham, diikuti BNBR sebesar 90,27 juta saham dan PACK sebesar 66,01 juta saham.
Analisis Teknikal KOTA
Fokus utama pasar kemudian tertuju pada KOTA sebagai saham dengan akumulasi asing terbesar. Dari sisi teknikal, indikator menunjukkan dominasi sinyal beli yang cukup kuat dalam jangka pendek.
Rangkuman indikator teknikal berada pada level sangat beli, dengan komposisi 7 indikator menunjukkan beli, tanpa sinyal jual. RSI berada di level 76,41 yang masuk kategori overbought, sementara stochastic dan MACD tetap berada dalam area beli.
Indikator lain seperti CCI di level 101 dan ADX di atas 74 menunjukkan kekuatan tren yang masih terjaga. Di saat yang sama, ATR mencerminkan volatilitas yang relatif tinggi dalam pergerakan harga.
Konfirmasi juga terlihat dari indikator tren. Seluruh moving average, mulai dari MA5 hingga MA200, berada dalam posisi beli baik secara sederhana maupun eksponensial, menunjukkan struktur tren yang masih mengarah ke atas.
Dari sisi level teknikal, area pivot berada di kisaran 140. Sementara resistance terdekat berada di rentang 147 hingga 166, dengan support di area 128 hingga 109 berdasarkan beberapa metode perhitungan.
PT. DMS Propertindo Tbk (KOTA) sendiri berdiri pada tanggal 7 Januari 2011. Merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan properti, perhotelan dan jasa manajemen hotel baik secara langsung maupun tidak langsung melalui anak usahanya.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014. Adapun properti dan perhotelan yang dikembangkan diantaranya Accolla Park Serpong dan Accola Residence (Tangerang), Accola Garden Samarinda (Kalimantan), Hotel Zest (Yogyakarta), Hotel Fabu (Bandung).(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.