KABARBURSA.COM - PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) siap membagikan dividen tunai sebesar Rp225,49 miliar atau Rp50 per saham dari laba tahun buku 2025.
Shania, Corporate Secretary PT Tempo Scan Pacific Tbk menyatakan, besaran dividen tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar belum lama ini.
"Perseroan menyampaikan rencana pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 05 Juni 2026," tulisnya dalam keterangan perusahaan yang dikutip, Rabu 10 Juni 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, pemegang saham TSPC yang tercatat hingga 18 Juni 2026 berhak memperoleh dividen tersebut. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
Pembagian dividen ini dilakukan di tengah kinerja keuangan perseroan yang masih solid sepanjang 2025.
TSPC membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,41 triliun dengan saldo laba ditahan mencapai Rp8,52 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp9,66 triliun per akhir Desember 2025.
Untuk investor yang ingin memperoleh dividen TSPC, perlu mencermati jadwal cum date dan ex date yang ditetapkan perseroan.
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 15 Juni 2026, sedangkan ex dividen berlangsung pada 17 Juni 2026. Sedangkan untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 18 Juni 2026 dan ex dividen pada 19 Juni 2026.
Sementara tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak atas dividen emiten farmasi tersebut, ditetapkan pada 18 Juni 2026. TSPC juga dijadwalkan membayarkan dividen pada 9 Juli mendatang.
Saham TSPC Masih Tertekan
Meski tetap membagikan dividen, pergerakan saham TSPC dalam setahun terakhir masih memperlihatkan koreksi.
Pada perdagangan 10 Juni 2026 pukul 11.00 WIB, saham TSPC ditutup di level Rp2.370 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp10,73 triliun.
Posisi tersebut, masih di bawah level tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang sempat menyentuh Rp3.220 per saham.
Namun, harga sahamnya juga masih di atas level terendah tahunan yaitu Rp2.120 per saham.
Terkait valuasi, saham TSPC diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sebesar 7,96 kali. Angka tersebut memperlihatkan valuasi yang relatif rendah dibandingkan rata-rata emiten sektor konsumer dan kesehatan yang umumnya diperdagangkan pada kelipatan laba lebih tinggi.
Sementara laba bersih TSPC pada kuartal pertama 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan tercatat mengantongi pendapatan sebesar Rp3,41 triliun pada Januari-Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,21 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Namun laba bersih yang tercatat sebesar Rp351,81 miliar, terhitung turun 14,04 persen dibandingkan kuartal pertama 2025. Penurunan tersebut turut tercermin pada margin laba bersih yang menyusut 17,52 persen menjadi 10,31 persen.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.