Logo
>

Usai Trading Halt, IHSG Ditutup Melemah 1,06 Persen

Total volume perdagangan mencapai 991,09 juta lot dengan nilai transaksi Rp68,18 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai sekitar 4,93 juta kali transaksi.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Usai Trading Halt, IHSG Ditutup Melemah 1,06 Persen
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 1,06 persen atau 88 poin ke level 8.232 pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberlakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada hari ini setelah IHSG tergelincir dalam sebesar 8 persen.

Mengutip data Stockbit, total volume perdagangan mencapai 991,09 juta lot dengan nilai transaksi Rp68,18 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai sekitar 4,93 juta kali transaksi.

Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari pelemahan mayoritas sektor saham. Berdasarkan data sektoral, hampir seluruh sektor ditutup di zona merah.

Sektor teknologi mencatatkan penurunan sebesar 0,96 persen, sedangkansektor energi juga melemah cukup dalam sebesar 2,66 persen. Sektor infrastruktur turut terkoreksi 2,64 persen, sementara sektor barang baku (basic industry) turun 2,51 persen.

Tekanan lebih besar terjadi pada sektor kesehatan yang melemah 3,30 persen. Sektor industri juga terkoreksi 2,65 persen, diikuti sektor konsumer siklikal yang mencatat penurunan terdalam sebesar 4,88 persen.

Sektor properti melemah 3,83 persen, sedangkan sektor konsumer non-siklikal turun 3,63 persen. Sektor keuangan turut melemah tipis sebesar 0,53 persen. Hanya sektor transportasi yang masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,76 persen.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan harga signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers.

Saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) memimpin penguatan dengan kenaikan 32 poin atau 26,23 persen ke level 154. Disusul PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang melonjak 68 poin atau 24,46 persen ke posisi 346.

Saham PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) juga mencatat kenaikan tajam sebesar 64 poin atau 23,02 persen ke level 342. Selanjutnya, PT Argo Pantes Tbk (ARGO) naik 220 poin atau 19,91 persen menjadi 1.325.

Sementara itu, PT Super Energy Tbk (SURE) turut menguat signifikan dengan kenaikan 500 poin atau 19,23 persen ke level 3.100.

IHSG Dua Kali Trading Halt, OJK Pastikan Pasar Terkendali

Sebelumnya, IHSG juga sempat turun 8 persen pada Rabu, 28 Januari 2026. Hal ini membuat BEI menerapkan penghentian sementara atau trading halt pada pukul 13.43 hingga 14.13

Merespons trading halt yang terjadi dua kali beruntun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator bersama Self Regulatory Organization (SRO) telah dan terus menjalankan seluruh instrumen pengendalian volatilitas pasar yang tersedia. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas, mencegah kepanikan, serta memastikan perdagangan berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.

Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa OJK menyambut berbagai masukan dari pemangku kepentingan, termasuk dari MSCI, terutama yang berkaitan dengan penguatan transparansi dan kualitas pasar modal Indonesia. Di saat yang sama, OJK memastikan bahwa instrumen mitigasi risiko pasar tetap berjalan sesuai ketentuan.

“Auto rejection, auto-halt, ARB, dan buyback tetap bisa berlaku, jadi seluruh tools itu tetap kami jalankan sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Inarno di Gedung BEI, Jakarta pada Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, penerapan auto-halt dan mekanisme pendinginan perdagangan bertujuan memberi ruang bagi investor untuk mencerna informasi secara lebih rasional, sehingga keputusan investasi tidak didorong oleh kepanikan sesaat.

OJK juga menegaskan tidak ada kebijakan darurat di luar ketentuan yang berlaku, melainkan optimalisasi instrumen yang memang telah disiapkan untuk menghadapi kondisi pasar bergejolak.

Sementara, buyback yang dimaksud OJK adalah aksi perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri di pasar, dengan tujuan mengurangi tekanan jual dan menahan penurunan harga saham saat kondisi pasar sedang bergejolak. Kebijakan ini bersifat opsional karena keputusan tetap berada di tangan emiten, sementara OJK hanya memastikan aturan buyback tetap bisa digunakan sebagai salah satu alat untuk menjaga stabilitas pasar.

Selain menjaga stabilitas jangka pendek, regulator juga menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah pembenahan struktural pasar modal.

Reformasi tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, penyempurnaan aturan free float, serta penguatan integritas dan tata kelola pasar agar sejalan dengan standar internasional.

”Jadi semua tools kami tetap jalankan sesuai dengan aturan yang ada,” kata dia.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan investor, khususnya investor institusional dan global, sehingga volatilitas pasar dapat diredam secara lebih berkelanjutan. OJK menilai stabilitas pasar tidak hanya ditentukan oleh respons jangka pendek terhadap penurunan indeks, tetapi juga oleh kedalaman pasar dan kualitas regulasi yang konsisten. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.