Logo
>

Wall Street Memerah, Nasdaq Turun ke Zona Koreksi

Sementara S&P 500 serta Dow Jones Industrial Average masing-masing mencatat pelemahan di atas 1 persen

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Wall Street Memerah, Nasdaq Turun ke Zona Koreksi
Ilustrasi wall street. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis, terseret sentimen negatif dari meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Tekanan jual tak terelakkan. Indeks Nasdaq terkoreksi lebih dari 2 persen dan resmi memasuki fase koreksi, sementara S&P 500 serta Dow Jones Industrial Average masing-masing mencatat pelemahan di atas 1 persen.

Koreksi ini menjadi salah satu yang terdalam dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, penurunan tersebut menandai sesi perdagangan terburuk bagi Nasdaq dan S&P 500 sejak 20 Januari. Indeks Dow Jones ditutup turun 469,38 poin atau 1,01 persen ke level 45.960,11. Sementara itu, S&P 500 terperosok 114,74 poin atau 1,74 persen menjadi 6.477,16. Nasdaq Composite Index pun tak luput dari tekanan, merosot 521,74 poin atau 2,38 persen ke posisi 21.408,08. Seperti dilansir reuters di Jakarta, Jumat 27 Maret 2026.

Tekanan berlanjut. Nasdaq kini tercatat telah terkoreksi 10,7 persen dari rekor penutupan tertingginya pada 29 Oktober. Angka ini melampaui ambang batas koreksi teknikal, yakni penurunan minimal 10 persen dari puncak terakhir pasar, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan Investing di New York.

Di balik gejolak ini, pernyataan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memperkeruh sentimen. Ia menegaskan bahwa Iran harus segera mencapai kesepakatan dengan Washington atau bersiap menghadapi gelombang serangan lanjutan. Bahkan, opsi penguasaan atas sumber daya minyak Iran turut disinggung. Di sisi lain, pejabat tinggi Iran menilai proposal damai dari Amerika bersifat sepihak dan tidak mencerminkan keadilan, meskipun jalur diplomasi diklaim masih terbuka.

Menariknya, selepas penutupan perdagangan, kontrak berjangka saham mulai menunjukkan pemulihan terbatas. Hal ini terjadi setelah Trump mengumumkan jeda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama sepuluh hari hingga 6 April. Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Teheran berlangsung cukup konstruktif, memberi secercah harapan di tengah ketidakpastian yang masih membayangi pasar global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.