Logo
>

Wall Street Menguat, Investor Optimis Konflik Timteng Mereda

Penguatan Wall Street ditopang oleh Indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq yang naik lebih dari 1 persen

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Wall Street Menguat, Investor Optimis Konflik Timteng Mereda
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM - Indeks-indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin, 13 April 2026 waktu setempat.

Penguatan Wall Street ditopang oleh Indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq yang naik lebih dari 1 persen. Hal ini dipicu oleh sikap investor yang berharap solusi untuk perang di Timur Tengah (Timteng) dapat ditemukan.

Di sisi lain, mereka mengabaikan kegagalan pembicaraan akhir pekan antara AS dan Iran dan memantau dimulainya musim pelaporan pendapatan.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup dengan kenaikan sebesar 301,68 poin, atau 0,63 persen ke level 48.218,25.

S&P 500 (SPX) ditutup di harga 6.886,24 atau naik sebesar 1,02 persen. Pada penutupan perdagangan hari Senin, S&P 500 telah menghapus semua kerugiannya setelah perang dimulai, karena ditutup 0,1 persen di atas penutupan tanggal 27 Februari.

Sementara itu Nasdaq Composite (IXIC) juga ditutup perkasa sebesar 280,84 poin, atau naik 1,23 persen menjadi 23.183,74.

Namun, volume perdagangan tergolong rendah dengan hanya 15,90 miliar saham yang berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 19,07 miliar saham untuk 20 sesi terakhir bursa AS.

Setelah awal yang tenang, Nasdaq dan S&P 500 mulai menunjukkan peningkatan pada Senin sore setelah Presiden AS,  Donald Trump mengatakan bahwa Iran ingin membuat kesepakatan tetapi dia tidak akan menyetujui perjanjian apa pun yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.

Hal tersebut terjadi setelah Trump mengumumkan bahwa militer AS memulai blokade terhadap kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran

Di sisi lain, Teheran mengancam akan membalas terhadap pelabuhan-pelabuhan negara-negara tetangganya di Teluk setelah pembicaraan damai akhir pekan gagal.

"Jadi tampaknya ada semacam penurunan kepekaan terhadap pembicaraan bolak-balik ini, dengan negosiasi yang berlangsung dan dihentikan, terutama di tengah gencatan senjata ini, yang tampaknya masih berlaku untuk sekarang," kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott.

"Para investor khawatir akan dirugikan, bahwa jika resolusi tercapai dengan cepat, pasar bisa melonjak signifikan dan mereka akan terpinggirkan." tambah dia. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.