Logo
>

Berikut Penyebab Dealer Audi Berguguran di China

Sejumlah dealer Audi di China menutup operasional seiring penurunan penjualan, tekanan margin, dan perubahan struktur pasar kendaraan premium.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Berikut Penyebab Dealer Audi Berguguran di China
Ilustrasi dealer Audi di China. Foto: carnewschina

KABARBURSA.COM - Penutupan dan hengkangnya sejumlah dealer Audi di berbagai wilayah China menyoroti rapuhnya rantai distribusi di segmen otomotif premium. Hal ini terjadi di tengah tekanan penjualan, margin yang menipis, dan perubahan struktur pasar kendaraan di negara tersebut.

Sejumlah dealer Audi dilaporkan telah menutup operasional, menangguhkan kegiatan usaha, atau dicabut izin operasinya di beberapa provinsi dan kota, termasuk Henan, Guangxi, Beijing, Jiangsu, dan Zhejiang. Kondisi ini terjadi seiring melemahnya kinerja penjualan Audi di pasar China dan meningkatnya tekanan biaya di tingkat dealer.

Pada Januari 2026, beberapa pemilik kendaraan Audi melaporkan bahwa dealer Audi Kaifeng Jin'ao diduga telah tutup secara mendadak. Paket perawatan multi-tahun yang telah dibeli konsumen dengan harga 16.800 hingga 18.800 yuan tidak dapat digunakan.

Sebagian konsumen diketahui baru membeli kendaraan mereka sekitar enam bulan sebelum dealer tersebut menghentikan operasional.

Selain konsumen, karyawan dealer juga terdampak. Sejumlah pekerja dilaporkan tengah mencari jalur hukum untuk menuntut pembayaran upah yang belum diterima setelah dealer menghentikan kegiatan usahanya.

Menanggapi hal tersebut, layanan pelanggan FAW-Audi menyampaikan bahwa dealer Audi Kaifeng Jin'ao telah menarik diri dari jaringan FAW-Audi pada 13 November 2025. Pihak FAW-Audi menyarankan pemilik kendaraan untuk menghubungi dealer terkait secara langsung atau mempertimbangkan langkah hukum.

Tekanan pada jaringan dealer terjadi seiring penurunan kinerja penjualan Audi di China. Sepanjang 2025, penjualan Audi tercatat turun 5% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 617.500 unit, menandai tahun kedua berturut-turut penurunan penjualan di pasar tersebut.

Untuk kendaraan bermesin bensin, FAW-Audi mencatat penjualan 570.100 unit pada 2025, turun 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tengah tekanan tersebut, Audi meluncurkan berbagai program pemotongan harga dan promosi untuk sejumlah model. Audi A3 2026 ditawarkan dengan harga mulai 106.700 yuan atau setara diskon sekitar 40 persen. Sementara itu, Audi Q3 dan Q4 e-tron masing-masing ditawarkan mulai 131.800 yuan dan 157.900 yuan, dengan potongan harga yang disebut mencapai sekitar 50 persen.

Ke depan, FAW-Audi berencana meluncurkan Audi A6L terbaru dan Audi A6L e-tron pada akhir 2026. Audi A6L e-tron akan menjadi sedan listrik pertama yang dibangun di atas arsitektur Premium Platform Electric (PPE) yang dirancang khusus untuk pasar China.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.