Logo
>

Bukan Tesla! Berikut Alasan Geely Jadikan BYD Rival Tahun ini

Geely Auto catat penjualan 3 juta unit di 2025, tumbuh 39 persen. Kinerja gemilang dorong Geely dekati posisi BYD di pasar otomotif China dan global.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Bukan Tesla! Berikut Alasan Geely Jadikan BYD Rival Tahun ini
Geely buktikan penjualannya sanggup menjadi rival berat BYD dalam persaingan mobil elektrifikasi. Foto: dok. Geely

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Pabrikan otomotif China Geely Auto menutup tahun 2025 dengan performa penjualan yang relatif agresif. Sepanjang tahun lalu, brand otomotif asal China ini mampu membukukan penjualan tahunan sebanyak 3,0246 juta unit. 

    Jumlah ini tumbuh 39 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Capaian Geely tersebut mempertegas posisi brand yang kembali hadir di Indonesia tersebut pada 2025. 

    Dengan torehan ini, Geely berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama industri otomotif global, sekaligus  pesaing terdekat BYD di pasar otomotif China.

    Menurut laporan CarNewsChina, momentum Geely sepanjang 2025 ditopang oleh strategi ekspansi yang konsisten, terutama di segmen kendaraan energi baru (elektrifikasi).

    Penjualan New Energy Vehicle (NEV) Geely melesat 90 persen yoy menjadi 1,6878 juta unit. Angka ini melampaui target penjualan internal perusahaan, tetapi juga mencetak rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah Geely.

    Di tengah momentum persaingan brand mobil China, Geely bahkan sempat menaikkan target penjualan tahunannya pada pertengahan 2025, dari 2,71 juta unit menjadi 3 juta unit. 

    Langkah ini kontras dengan BYD yang justru memangkas target penjualan tahunan dari 5,5 juta unit menjadi 4,6 juta unit. Sebagai dua raksasa otomotif terbesar di Tiongkok, jarak Geely dengan BYD kini semakin rapat.

    Dari sisi merek, Geely dianggap sebagai brand yang tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi 2,4499 juta unit terhadap total penjualan di China. 

    Lewat model Geely China Star, perusahaan mencatat penjualan tahunan sebanyak 1,2141 juta unit, tumbuh 3 persen yoy, sekaligus sukses menembus target “Satu Juta China Star”.

    Sorotan lain datang dari Geely Galaxy, yang tampil sebagai motor pertumbuhan baru. Merek ini membukukan penjualan 1,2358 juta unit, melonjak tajam 150 persen yoy. 

    Geely Galaxy juga mencetak sejarah dengan menembus angka satu juta unit penjualan hanya dalam 29 bulan. Kinerja positif juga ditunjukkan merek Lynk & Co yang bernaung di bawah bendera Geely Auto.

    Lynk & Co mencatatkan penjualan 350.500 unit, tumbuh 23 persen yoy. Dari jumlah tersebut, kendaraan NEV menyumbang 227.800 unit, atau mengalami kenaikan pasar sebesar 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sementara itu merek mobil listrik premium Geely Auto yakni Zeekr, membukukan penjualan 224.100 unit sepanjang 2025. Menjelang akhir tahun, Zeekr menorehkan rekor pengiriman bulanan dengan distribusi 30.300 unit pada Desember.

    Tak hanya menguat di pasar China, Geely juga memperluas jejak globalnya. Sepanjang 2025, ekspor kendaraan Geely mencapai 420.100 unit. Angka tersebut diklaim sesuai dengan target penjualan ke luar China yang telah ditetapkan perusahaan.

    Memasuki 2026, Geely Auto memasang target yang lebih agresif. Total penjualan dipatok di level 3,45 juta unit, atau naik 14 persen dibandingkan realisasi kinerja tahun 2025. 

    Target tersebut terdiri dari 2,75 juta unit untuk merek Geely, 400.000 unit untuk Lynk & Co, dan 300.000 unit untuk Zeekr. Komitmen Geely terhadap elektrifikasi semakin diperlihatkan. Untuk 2026, perusahaan membidik penjualan NEV sebanyak 2,22 juta unit, tumbuh 32 persen dibandingkan capaian NEV tahun 2025.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.