KABARBURSA.COM – Pertumbuhan ekspor kendaraan BYD pada 2025 berlangsung bersamaan di berbagai kawasan dunia. Data penjualan internasional menunjukkan produsen asal China ini membangun kehadiran di pasar Amerika Latin, Eropa, dan Asia, seiring meningkatnya volume kendaraan yang dikirim ke luar negeri.
Berdasarkan data industri yang dirilis pada 23 Desember, ekspor kendaraan penumpang BYD mencapai 128.067 unit pada November 2025. Jumlah tersebut mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 313,4 persen dan kenaikan bulanan 59,9 persen.
Secara kumulatif, dari Januari hingga November 2025, ekspor BYD mencapai 878.498 unit, meningkat 144 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
CarNewsChina melaporkan, sebaran pasar ekspor BYD tercermin dari posisinya di berbagai negara. Pada November 2025, perusahaan ini memimpin penjualan kendaraan energi baru di Brasil, Turki, Italia, Spanyol, Hongaria, dan Kroasia. Di luar segmen kendaraan energi baru, BYD juga menduduki peringkat teratas penjualan merek secara keseluruhan di Singapura.
Kinerja kumulatif selama sebelas bulan pertama 2025 menunjukkan pola serupa. BYD memimpin segmen kendaraan energi baru di Brasil, Turki, Spanyol, dan Italia, serta mencatatkan kepemimpinan penjualan merek secara keseluruhan di Singapura dan Hong Kong. Capaian tersebut mencerminkan kehadiran BYD di pasar Amerika Latin, Eropa, dan Asia secara bersamaan.
Selain itu, sepanjang 2025 BYD tercatat melampaui Tesla dalam penjualan di sebelas pasar otomotif utama. Daftar tersebut mencakup sejumlah negara Eropa seperti Inggris Raya, Jerman, Italia, Spanyol, Austria, dan Irlandia, serta pasar Asia termasuk Malaysia, Turki, Singapura, Thailand, dan Tiongkok.
Hingga Desember 2025, kendaraan energi baru BYD telah menjangkau 119 negara dan wilayah di seluruh dunia. Jangkauan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekspor BYD tidak terfokus pada kawasan tertentu, melainkan tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik pasar yang berbeda.
Di sisi produksi, BYD juga mencatatkan tonggak sejarah pada 18 Desember 2025 dengan memproduksi kendaraan energi baru ke-15 juta. Capaian ini terjadi seiring dengan perluasan kehadiran internasional perusahaan di berbagai pasar global sepanjang tahun.(*)