Logo
>

BYD Pangkas 100 Ribu Karyawan, Ada Apa?

BYD memangkas 100 ribu karyawan di China sebagai bagian efisiensi, meski penjualan dan ekspansi global kendaraan listrik tetap tumbuh.

Ditulis oleh Harun Rasyid
BYD Pangkas 100 Ribu Karyawan, Ada Apa?
Ilustrasi pemangkasan 100 ribu karyawan BYD. Foto: Carscoops.

KABARBURSA.COM - BYD melakukan efisiensi besar dengan memangkas 100 ribu karyawan di China selama tahun 2025. Saat ini jumlah karyawan BYD di Tiongkok sebanyak 870 ribu orang.

Menukil CarNewsChina, langkah BYD  tersebut menandai adanya pergeseran strategi industri kendaraan listrik global perusahaan yang kini masuk dalam fase efisiensi operasional. Padahal, sebelumnya raksasa otomotif China tersebut terkenal dengan langkah ekspansi bisnis yang agresif.

Manajemen BYD di China menyatakan, pengurangan tenaga kerja bukan disebabkan penurunan permintaan kendaraan. Tetapi bagian dari restrukturisasi, peningkatan efisiensi, serta pengendalian biaya operasional di tengah kompetisi industri otomotf yang semakin ketat.

Bersamaan dengan langkah tersebut, kinerja bisnis BYD masih menunjukkan geliat ekspansi. Sepanjang 2025, BYD membukukan pendapatan sebesar 8.039,6 miliar yuan atau lebih dari Rp19 kuadrilun dengan total pengiriman 4,60 juta unit kendaraan. 

Dari jumlah tersebut, ekspor mobil BYD dari China menembus 1,05 juta unit. Meski angka tersebut merupakan pencapaian tinggi perusahaan, tekanan bisnis BYD mulai terlihat dari sisi profitabilitas. 

Laba bersih tercatat mencapai 326,2 miliar yuan, turun sekitar 19 persen secara tahunan. Penurunan ini dipicu perang harga di pasar new energy vehicle (NEV) di domestik China, serta investasi besar pada teknologi kendaraan dan baterai.

Meski margin tertekan, BYD tetap agresif dalam riset dan pengembangan (R&D). Belanja R&D BYD disebutkan mencapai 634 miliar yuan.

Anggaran tersebut difokuskan pada pengembangan elektrifikasi, teknologi baterai, dan pengembangan infrastruktur pengisian daya.

Salah satu hasil R&D BYD ialah peluncuran teknologi Blade Battery 2.0 dengan Flash Charging 2.0 pada Maret 2026. 

Teknologi ini memungkinkan pengisian daya dari 10 ke 70 persen dalam waktu lima menit, serta hingga 97 persen dalam sembilan menit pada kondisi standar.

BYD juga optimistis dengan pasar global dengan menaikkan target ekspor untuk tahun 2026 menjadi 1,5 juta unit, atau naik sekitar 15 persen.

Fokus ekspansi ke pasar luar China dinilai menjadi strategi utama untuk menjaga pertumbuhan, terutama di tengah persaingan pasar otomotif China yang semakin sengit.

Di pasar domestik Tiongkok, penjualan NEV dari berbagai merek sempat anjlok 41 persen pada Februari 2026. Penurunan ini lebih dipengaruhi faktor musiman, termasuk libur panjang, dan bukan indikasi atas melemahnya permintaan kendaraan yang berdampak dalam jangka panjang.

BYD berharap, hadirnya teknologi baterai baru mampu menstabilkan permintaan dalam beberapa bulan ke depan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.