Logo
>

IEA Prediksi Penjualan EV Global Tembus 23 Juta Unit pada 2026

IEA memproyeksikan penjualan kendaraan listrik global mencapai 23 juta unit pada 2026, dengan kontribusi hampir 30 persen dari pasar mobil baru dunia.

Ditulis oleh Harun Rasyid
IEA Prediksi Penjualan EV Global Tembus 23 Juta Unit pada 2026
Badan Energi Internasional (IEA) proyeksikan jumlah kendaraan listrik di dunia tahun 2026 terus tumbuh, bakal menembus 20 juta unit. Foto: Electrive

KABARBURSA.COM – Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) memproyeksikan penjualan kendaraan listrik global tahun ini akan terus tumbuh.

Dalam laporan terbaru Global EV Outlook dikutip dari China EV Home, IEA memperkirakan penjualan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di dunia akan mencapai 23 juta unit pada 2026.

Proyeksi tersebut naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. EV juga diperkirakan menyumbang kontribusi hampir 30 persen dari total penjualan mobil baru di dunia.

IEA menilai pasar EV kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kebijakan subsidi pemerintah. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan industri EV mulai semakin ditopang permintaan pasar dan efisiensi biaya operasional.

Gejolak geopolitik di Timur Tengah juga turut menjadi pemicu dalam tren kepemilikan EV. IEA mencatat lonjakan harga minyak internasional telah meningkatkan biaya konsumsi bahan bakar bensin. Hal ini menambah daya tarik kendaraan listrik yang dinilai lebih hemat untuk penggunaan jangka panjang.

Sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik global tercatat melonjak 20 persen secara tahunan hingga menembus lebih dari 20 juta unit untuk pertama kalinya. Saat ini, sekitar 40 negara telah memiliki tingkat penetrasi EV di atas 10 persen.

China sejauh ini masih mendominasi industri kendaraan listrik global. Sekitar 60 persen kendaraan listrik yang terjual di dunia pada 2025,  berasal dari produsen otomotif China. 

Sementara produsen asal Eropa dan Amerika Serikat masing-masing hanya menyumbang sekitar 15 persen.

Dominasi tersebut juga terlihat dari sisi ekspor. Pada 2025, ekspor kendaraan listrik China melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlahnya  melampaui 2,5 juta unit atau mencetak rekor tertinggi.

IEA juga mengungkapkan, di luar pasar China, Eropa, dan Amerika Serikat, sekitar 55 persen kendaraan listrik yang dijual di dunia merupakan produk impor asal China. 

Persentasenya melonjak tajam dibandingkan lima tahun lalu yang masih di bawah 5 persen. Sejumlah wilayah seperti Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah kini menjadi target utama ekspansi produsen otomotif China. 

Di kawasan Asia Tenggara, penjualan kendaraan listrik tercatat meningkat dua kali lipat sepanjang 2025 dengan pangsa pasar mendekati 20 persen.

Sedangkan di Indonesia, penjualan mobil listrik tahun 2025 menurut data wholesales (dari pabrik ke diler) Gaikindo tercatat sebanyak 103.931 unit, naik 141 persen secara tahunan dan menyumbang kontribusi lebih dari 12 persen dari total penjualan mobil baru. 

Jika tren EV ini tersebut berlanjut, penetrasi kendaraan listrik di Asia Tenggara diperkirakan dapat mencapai 60 persen pada 2035.

Dari sisi rantai pasok, China juga masih memegang kendali besar. Pada 2025, Negeri Tirai Bambu menguasai lebih dari 80 persen kapasitas produksi sel baterai kendaraan listrik global, termasuk dominasi dalam pengolahan bahan baku utama baterai.

Sementara per Maret 2026, hampir 90 negara mencatat kenaikan penjualan kendaraan listrik dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 30 negara bahkan berhasil mencetak rekor penjualan EV bulanan tertinggi.

IEA memperkirakan tren ekspansi kendaraan listrik global masih akan berlanjut dalam jangka panjang. Penurunan harga baterai dan semakin kompetitifnya harga mobil listrik dibandingkan kendaraan konvensional, menjadi pendorong utama pertumbuhan.

IEA juga memproyeksikan, jumlah kendaraan listrik global akan terus melonjak dari sekitar 80 juta unit pada saat ini menjadi 510 juta unit pada 2035.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.