KABARBURSA.COM – Industri baterai kendaraan listrik China mulai bergerak menuju generasi baru baterai solid-state berkapasitas tinggi di tengah perlombaan teknologi untuk mencapai kepadatan energi 500 Wh/kg.
Pergeseran ini menandai upaya industri keluar dari dominasi baterai lithium iron phosphate (LFP) yang selama ini menjadi standar utama pasar kendaraan listrik China.
CarNewsChina melaporkan, para peneliti di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok melaporkan telah mengembangkan baterai lithium-metal solid-state dengan kepadatan energi mencapai 451,5 Wh/kg sambil mempertahankan stabilitas dalam kondisi pengisian ultra cepat.
Penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of the American Chemical Society dengan judul “Kimia pelarutan yang dimodulasi polimer melalui plastisasi pelarut yang kompatibel untuk baterai logam litium berenergi tinggi yang stabil.”
Tim peneliti menggunakan elektrolit polimer berbasis polyvinylidene fluoride (PVDF) yang selama ini dikenal memiliki stabilitas oksidasi dan konduktivitas ionik tinggi untuk baterai solid-state.
Dalam penelitian itu, para peneliti mengembangkan strategi “plastisasi pelarut pengkompatibel” guna mengatasi kelemahan elektrolit polimer konvensional yang dinilai memiliki stabilitas elektrokimia rendah.
Pendekatan tersebut disebut memungkinkan pembentukan lapisan antarmuka kaya litium fluorida yang lebih stabil sekaligus mengurangi reaksi samping pada kedua elektroda.
Hasil pengujian menunjukkan baterai mampu bertahan selama 700 siklus dengan retensi kapasitas 81,9 persen pada tingkat pengisian 20C ketika dipasangkan dengan katoda nikel tinggi 4,7V.
Selain itu, sel kantong tingkat ampere-jam yang dikembangkan tim peneliti mencapai kepadatan energi 451,5 Wh/kg, jauh di atas rata-rata kepadatan energi sekitar 200 Wh/kg pada baterai LFP komersial kendaraan listrik saat ini.
Peneliti juga menyebut sel tersebut lolos uji penetrasi paku yang digunakan untuk mengukur tingkat keamanan baterai.
Perkembangan tersebut menambah daftar perusahaan dan lembaga penelitian China yang mulai berlomba mengembangkan baterai solid-state generasi baru.
Ganfeng Lithium sebelumnya menyatakan baterai solid-state 400 Wh/kg miliknya telah melampaui 1.100 siklus dan menyelesaikan validasi teknik. Perusahaan juga menyebut produk baterai 500 Wh/kg berkapasitas 10 Ah mulai memasuki produksi skala kecil.
CATL juga mengungkapkan tengah menjalankan produksi percobaan sel solid-state 500 Wh/kg. Sementara Sunwoda dan Farasis Energy turut mengumumkan target pengembangan baterai pada kisaran 400 hingga 500 Wh/kg.
Beberapa pemasok baterai China juga mulai menargetkan komersialisasi teknologi solid-state pada 2026 hingga 2027.
Meski pengembangan baterai solid-state terus dipercepat, pasar baterai kendaraan listrik China saat ini masih didominasi teknologi LFP.
Data China EV DataTracker menunjukkan CATL menjadi pemasok terbesar baterai LFP di China dengan kapasitas terpasang 19,53 GWh atau pangsa pasar 38,9 persen. BYD berada di posisi kedua dengan kapasitas 10,49 GWh dan pangsa pasar 20,9 persen.
Gotion High-tech mencatat instalasi 4,03 GWh dengan pangsa pasar 8 persen, diikuti CALB sebesar 3,32 GWh dan Eve Energy 3,02 GWh.(*)