Logo
>

Diserbu EV China, Hyundai Langsung Banting Harga

EV China makin agresif di Australia, Hyundai pun terpaksa memangkas harga Inster dan Kona Electric hingga Rp150 jutaan untuk tetap bersaing di segmen bawah.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Diserbu EV China, Hyundai Langsung Banting Harga
Hyundai Inster, rival BYD Atto 1 jadi korban ketatnya persaingan mobil listrik China. Foto: EV Central

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Pabrikan otomotif China dengan mobil listriknya kian agresif menyerbu pasar global. Bukan cuma di Indonesia, mobil listrik China juga membanjiri Australia. Hal ini membuat persaingan kendaraan listrik di Australia kian memanas.

    Beragam model Electric Vehicle (EV) anyar, terutama dari pabrikan Tiongkok melakukan strategi harga agresif dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian.

    Hyundai menjadi salah satu merek yang merespons tekanan pasar tersebut dengan memangkas harga signifikan pada dua model listrik andalannya yakni Hyundai Inster dan Hyundai Kona Electric.

    Keputusan memotong harga mobil listrik ini dinilai menjadi upaya Hyundai dalam menjaga daya saing di tengah pasar yang semakin padat dan sensitif terhadap harga.

    Berdasarkan laporan Carscoops, pemotongan harga paling terasa terjadi pada Hyundai Inster, mobil listrik kompak.

    Dengan kebijakan harga terbaru, konsumen Hyundai Inster dapat menghemat lebih dari AUD7.288 atau senilai Rp82 jutaan dibandingkan banderol sebelumnya.

    Varian Inster Standard Range di Negeri Kangguru kini dipasarkan mulai AUD35.990 (Rp405 jutaan). Meski mengalami koreksi, harga Hyundai Inster masih lebih mahal dibanding mobil listrik China di kelas yang sama.

    BYD Atto 1 misalnya yang dijual mulai AUD26.500 (Rp298 jutaan) untuk versi standar dan sekitar AUD30.650 (Rp345 jutaan) untuk untuk varian Premium.

    Dari sisi produk, Inster menawarkan pemanfaatan ruang kabin yang efisien serta fitur yang tergolong lengkap di kelasnya. Namun, keunggulan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada performa penjualan. 

    Menurut data dari CarExpert, hanya 467 unit Inster yang terjual di Australia sepanjang periode Juni hingga Desember tahun lalu. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi Hyundai di pasar EV entry level.

    Tekanan serupa juga dirasakan Hyundai Kona Electric dan Kona Hybrid yang kini mendapatkan pemangkasan harga lebih dalam.

    Kona Electric Standard Range sebagai versi dasar kini ditawarkan dengan harga AUD45.990 (Rp517 jutaan), turun lebih dari AUD13.000 (Rp146 jutaan) dari banderol sebelumnya. 

    Sementara Kona Hybrid juga 'dimurahkan' cukup signifikan dengan harga mulai AUD39.990 (Rp450 jutaan). Penurunan harga ini membuat Kona Electric berada di rentang harga yang sama dengan Geely EX5 dengan banderol sedikit di atas AUD44.000 (Rp495 jutaan). 

    Bukan cuma itu, Hyundai akhirnya juga memangkas harga Kona Electric Extended Range sebesar AUD13.357 (Rp150 jutaan), serta menurunkan harga Kona Electric Premium hingga AUD13.857 (Rp156 jutaan).

    Kemudian dari sisi kinerja penjualan juga menggambarkan betapa ketatnya kompetisi kendaraan elektrifikasi di pasar Australia. Sepanjang 2025, hanya 541 unit Kona Electric yang terjual di Australia, atau kontribusinya hanya 2,4 persen dari total penjualan lini model Kona. 

    Angka ini jauh dari ekspektasi Hyundai terhadap model listriknya di pasar tersebut. Strategi penurunan harga ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga relevansi Kona Electric menghadapi gempuran EV Tiongkok, tetapi juga untuk membuka ruang bagi mobil baru Hyundai Elexio yang segera meluncur. 

    Elexio yang diproduksi di Tiongkok dan dipasarkan mulai AUD59.990 (Rp675 jutaan), akan diposisikan di antara Kona Electric dan Ioniq 5.

    Hyundai menargetkan Elexio sebagai pesaing langsung dari Kia EV5, BYD Sealion 7, dan Tesla Model Y.

    Strategi potong harga lebih agresif ditambah penambahan portofolio produk, Hyundai tampaknya berupaya mempertahankan posisinya di tengah transisi pasar kendaraan listrik.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.