Logo
>

Ducati Luncurkan Motor 247 HP, Hanya Diproduksi 500 Unit

Ducati Superleggera V4 Centenario hadir sebagai motor supersport edisi terbatas dengan teknologi MotoGP, tenaga hingga 247 hp, dan bobot sangat ringan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Ducati Luncurkan Motor 247 HP, Hanya Diproduksi 500 Unit
Ducati Superleggera V4 Centenario. Foto: Ducati Indonesia

KABARBURSA.COM – Ducati resmi memperkenalkan Superleggera V4 Centenario yang merupakan motor supersport edisi terbatas. Motor sport terbaru ini diklaim sebagai model jalan raya paling ekstrem yang pernah dikembangkan pabrikan asal Borgo Panigale tersebut.

Motor ini diproduksi hanya 500 unit bernomor, dengan tambahan 100 unit versi Tricolore, menandai perayaan satu abad perjalanan Ducati.

Dari sisi performa, Superleggera V4 Centenario dibekali mesin terbaru Desmosedici Stradale R 1100 berkapasitas 1.103cc. Dalam konfigurasi standar jalan raya, mesin ini mampu menghasilkan 228 tenaga kuda (hp), dan meningkat hingga 247 hp saat menggunakan knalpot balap Akrapovič.

Tenaga tersebut disalurkan melalui Ducati Racing Gearbox dengan konfigurasi khusus yang menempatkan posisi netral di bawah gigi pertama, guna meningkatkan presisi perpindahan gigi saat kondisi balap.

Di sisi bobot, motor ini hanya memiliki berat 173 kg dalam kondisi siap jalan tanpa bahan bakar, dan dapat turun menjadi 167 kg dengan paket balap. Pengurangan bobot dicapai melalui penggunaan material ringan seperti serat karbon dan titanium di hampir seluruh komponen.

Seluruh struktur utama motor, mulai dari rangka depan, lengan ayun, subframe hingga roda, menggunakan material full carbon fiber. Ducati mengklaim rangka ini lebih ringan hingga 17 persen dibandingkan versi aluminium pada Panigale V4, dengan peningkatan kekakuan untuk mendukung stabilitas saat menikung.

Salah satu terobosan utama ada pada sistem pengereman. Superleggera V4 Centenario menjadi motor jalan raya pertama yang menggunakan cakram rem karbon-keramik berbahan C/SiC.

Sementara untuk teknologi yang sebelumnya hanya digunakan pada motorsport. Sistem ini dikombinasikan dengan kaliper Brembo GP4-HY monoblock, yang dirancang untuk menjaga konsistensi pengereman pada suhu ekstrem.

Di sektor suspensi, motor ini menggunakan Öhlins NPX 25/30 Carbon di bagian depan dengan tabung berbahan serat karbon, serta Öhlins TTX36 GP di bagian belakang. Ducati menyebut ini sebagai konfigurasi suspensi yang mengadopsi teknologi MotoGP untuk penggunaan jalan raya.

Selain itu, aerodinamika dan komponen mekanis dirancang untuk memaksimalkan efisiensi dan respons mesin. Sistem intake menggunakan throttle body oval berdiameter 56 mm, lebih besar dari generasi sebelumnya. Sementara sistem knalpot titanium dikembangkan bersama Akrapovič untuk mendukung performa maksimum.

Secara historis, lini Superleggera merupakan varian paling eksklusif Ducati, dimulai dari 1199 Superleggera (2013), kemudian 1299 Superleggera (2016), hingga Panigale V4 Superleggera (2020). Model Centenario ini menjadi generasi terbaru yang melanjutkan pendekatan ekstrem tersebut.

Sebagai tambahan, Ducati juga menawarkan pengalaman eksklusif bagi sebagian pemilik, termasuk kesempatan mengikuti MotoGP Experience, di mana pengendara dapat menjajal performa motor di sirkuit bersama instruktur resmi Ducati.

Dengan kombinasi tenaga tinggi, bobot ringan, serta penggunaan material dan teknologi balap, Superleggera V4 Centenario diposisikan sebagai motor kolektor sekaligus representasi tertinggi dari rekayasa teknik Ducati di segmen supersport jalan raya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.