KABARBURSA.COM - Ducati tampaknya siap memberi kejutan dengan menghadirkan motor baru bergaya retro. Selama ini produk Ducati di era modern memang kurang akrab dengan motor beraroma klasik. Sebab pabrikan asal Italia ini erat dengan motor sport canggih, cepat, dan beraroma lintasan balap.
Baru-baru ini, Ducati dikabarkan Rideapart akan melahirkan motor dengan unsur sejarah bernama Formula 73. Pabrikan dengan warna identitas merah ini terbilang konsisten selama puluhan tahun berjalan di jalurnya sendiri, bahkan ketika industri motor global memilih cara lain.
Misalnya untuk urusan dapur pacu, mesin V-twin berpendingin udara tetap dipertahankan di saat rival beralih ke empat silinder segaris (Inline). Selain itu, Ducati juga mempertahankan katup Desmodromik yang terus digunakan meskipun sistem pegas konvensional dinilai lebih praktis.
Pendekatan tersebut bukan sekadar romantisme masa lalu. Bagi Ducati, dunia balap bukan soal marketing, tapi laboratorium untuk membentuk karakter motor produksi massal.
Sementara itu, dalam dokumen terbaru California Air Resources Board (CARB) mengungkapkan terdaftarnya model Ducati Formula 73 dengan tahun produksi 2026.
Ducati Formula 73 cukup membuat gempar para penggemar. Salah satunya karena Formula 73 tercatat menggunakan mesin V-twin 803 cc, mesin yang sama seperti yang dipakai pada lini Ducati Scrambler. Ini mengindikasikan bahwa model baru tersebut dibangun di atas platform yang sudah terbukti, baik dari sisi performa maupun keandalan.
Namun, justru nama Formula ’73 yang menjadi pesan menarik lantaran model ini, tampaknya tidak dirancang untuk mengejar tenaga puncak atau catatan waktu tertinggi di sirkuit.
Sebaliknya, nama tersebut merujuk langsung pada era kejayaan Ducati pada masa lalu, suatu periode ketika kemenangan di sirkuit membentuk identitas merek tersebut.
Di tengah derasnya inovasi berbasis elektronik dan data, Formula 73 seolah mengingatkan bahwa kemajuan juga bisa datang dari upaya kembali akar sepeda motor itu sendiri.
Lebih lanjut, dokumen CARB juga berisi informasi bahwa salah satu varian Formula 73 akan diproduksi di Thailand, atau mengikuti jejak pembuatan sejumlah model Scrambler. Langkah ini menggambarkan strategi Ducati dalam menyeimbangkan tradisi Italia dengan realitas produksi global.
Dengan produksi di Asia, memungkinkan Ducati menjaga harga tetap kompetitif. Apalagi bagi pasar Asia, termasuk Indonesia, pendekatan ini bakal membuka peluang lebih besar agar konsumen Asia bisa mendapatkan unit Formula 73.
Hingga saat ini, Ducati belum mengungkap detail resmi terkait harga, spesifikasi lengkap, maupun jadwal peluncuran Formula ’73. Rupa motor ini juga masih misteri.
Lalu apakah motor ini akan hadir sebagai sport retro dengan fairing penuh, sport naked bergaya café racer, atau hanya Scrambler dengan desain yang lebih eksklusif? Kita tunggu saja kemunculan Ducati Formula 73 di masa mendatang.(*)