KABARBURSA.COM - Porsche yang dikenal dengan produk kendaraan performa tinggi mengakui kesalahan masa lalu terkait Porsche Macan.
Carscoops melaporkan, kesalahan Porsche pada model Macan yakni perusahaan telah salah mengambil keputusan dalam perencanaan transisi menuju kendaraan listrik penuh (EV).
Langkah koreksi ini menempatkan Porsche sejajar dengan grup otomotif lain seperti Stellantis, yang sebelumnya juga menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan peta jalan EV secara konsisten di pasar global.
Mantan CEO Porsche, Oliver Blume yang telah mengundurkan diri pada awal 2026 menyatakan, keputusan menjadikan Macan generasi terbaru sebagai mobil listrik murni merupakan kesalahan strategis.
“Kami salah tentang Macan,” ujar Blume dalam wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung dikutip dari Carscoops, Senin 12 Januari 2026.
Diketahui, Porsche pada 2019 silam memutuskan untuk menghentikan produksi Macan bermesin bensin dan menggantinya sepenuhnya dengan versi listrik.
Macan EV akhirnya resmi meluncur pada awal 2024. Meski sempat mendapat perhatian positif, terutama dari konsumen yang lebih mementingkan merek dibandingkan konfigurasi mesin, realisasi pasar tidak sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi awal pabrikan asal Jerman tersebut.
Porsche Macan EV harus menelan pahitnya respon pasar karena faktor melemahnya permintaan terhadap EV premium berharga tinggi hingga tantangan regulasi di sejumlah pasar. Hal ini membuat penjualan Porsche Macan EV berjalan lebih berat dari perkiraan.
Blume mengakui keputusan menghadirkan Porsche Macan EV sebenarnya dibuat berdasarkan data yang relevan.
“Berdasarkan data pada saat itu, kami akan membuat keputusan yang sama. Tetapi situasinya saat ini berbeda. Kami merespons dengan menambahkan mesin pembakaran internal (konvensional) dan hibrida," jelas Blume.
Untuk menebus kesalahan tersebut, Porsche tengah menyiapkan mobil Crossover kompak bermesin bakar dan hybrid yang akan mengisi segmen di bawah Cayenne.
Model ini ditargetkan meluncur paling lambat pada 2028, namun pada akhirnya tidak akan menggunakan nama Macan. Calon mobil baru Porsche tersebut diperkirakan menggunakan Premium Platform Combustion (PPC) milik Volkswagen Group.
PPC sendiri, merupakan arsitektur yang juga menjadi basis Audi Q5 generasi terbaru.
Lebih lanjut, Blume menyebut model ini akan memiliki karakter yang sangat khas dari Porsche dan dirancang agar tidak tumpang tindih dengan Macan EV. Selain itu, penyesuaian arah elektrifikasi Porsche tidak berhenti pada Macan saja.
Pabrikan asal Stuttgart ini, juga mengonfirmasi bahwa mobil sport Porsche 718 generasi mendatang, yang sebelumnya direncanakan sebagai EV murni, kini akan tersedia dengan opsi mesin bensin dan hybrid.
Langkah ini menandai perubahan penting dalam strategi Porsche, yang sebelumnya dikenal agresif dalam mendorong elektrifikasi penuh di hampir seluruh lini produknya, ke arah yang lebih praktis dan mengarah ke hybrid.
Berdasarkan pengakuan tersebut, merek sekaliber Porsche dengan positioning pasar kuat dan pelanggan loyal, juga dapat melakukan kesalahan dalam membaca dinamika pasar, khususnya pasar mobil listrik global.
Koreksi strategi ini memperlihatkan, transisi menuju elektrifikasi tidak bisa berjalan efektif terutama di segmen premium yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, performa, dan preferensi konsumen.
Selain itu, pasar mobil listrik dunia juga tengah dipegang merek otomotif China seperti BYD, Geely, hingga Chery yang terus berekspansi ke pasar luar Tiongkok semisal Jepang hingga Eropa.(*)