Logo
>

Geely EX2 Mulai Dirakit Lokal, TKDN Tembus 46,5 Persen

Geely Auto Indonesia resmi merakit Geely EX2 secara lokal. TKDN 46,5 persen dan kerja sama dengan Gotion jadi langkah strategis perkuat ekosistem EV nasional.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Geely EX2 Mulai Dirakit Lokal, TKDN Tembus 46,5 Persen
Perakitan Geely EX2 di dalam negeri diklaim menggunakan TKDN di atas 40 persen dan menyerap baterai buatan lokal. Foto: dok. Geely Auto

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Geely Auto Indonesia resmi memulai perakitan lokal untuk model Geely EX2 di dalam negeri. Bagi agen pemegang merek (APM) Geely di Tanah Air tersebut, produksi lokal EX2 dinilai sebagai langkah lanjutan dalam memperkuat manufakturnya di Tanah Air. 

    EX2 sendiri, menjadi model ketiga yang dirakit secara lokal oleh Geely, setelah Starray EM-i dan Geely EX5. Keputusan produksi Geely EX2 di Indonesia ini dapat dilakukan setelah rampungnya trial production pada Mei 2025.

    Sebelumnya, Geely telah memperluas aktivitas produksi dengan merakit Starray EM-i pada September dan kemudian EX5. Proses perakitan dapat terlaksana melalui kolaborasi strategis dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) dengan kapasitas produksi mencapai 60 unit per hari.

    Secara bisnis, Geely menilai bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pasar utama dan basis produksi regional Asia Tenggara. Posisi Indonesia dinilai sejalan dengan pertumbuhan kendaraan listrik dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap industri otomotif nasional.

    CEO Geely Auto Indonesia Wu Chuxing menyatakan, langkah produksi lokal tersebut berdasarkan antusiasme pasar terhadap Geely EX2 sejak awal peluncuran. Merek otomotif asal China ini juga berencana mengumumkan harga Geely EX2 dalam waktu mendatang.

    “Sejak program pre-booking dibuka pada November 2025, Geely EX2 mendapatkan respons yang sangat positif dengan lebih dari 1.000 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan). Dalam waktu dekat kami akan mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia," ujarnya lewat keterangan resmi, Senin, 19 Januari 2026.

    Ia melanjutkan, Geely EX2 dipastikan menyerap komponen lokal dalam proses perakitannya. "Melalui strategi lokalisasi dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 46,5 persen, kami siap menjawab permintaan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” kata Wu.

    Selain perakitan kendaraan listrik, Geely juga berupaya memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional melalui kolaborasi sektor hulu. 

    Salah satunya dengan menggandeng manufaktur lokal Gotion sebagai  pemasok battery cell Geely EX2. Kerja sama ini dinilai menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok baterai dalam negeri yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan impor komponen utama kendaraan listrik.

    Dari sisi teknologi, baterai Geely EX2 mengusung Cell-to-Pack (CTP) yang dilengkapi Geely Battery Safety System dan sistem pendingin cairan yang tetap mengacu pada standar keselamatan dan sertifikasi global Geely.

    Masuknya Geely ke tahap perakitan lokal, berpotensi memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi industri otomotif Indonesia.

    Peningkatan TKDN hingga 46,5 persen, dapat membuka peluang bagi pemasok lokal, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja di sektor manufaktur dan komponen.

    Selain itu, kolaborasi di sektor baterai juga bakal memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri kendaraan listrik regional.

    Dari sisi produk, Geely EX2 buatan Indonesia seharusnya dapat dibanderol terjangkau dan bersaing dengan para rivalnya, mulai dari BYD Atto 1 hingga Wuling Binguo EV.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.