KABARBURSA.COM - Proyek percontohan baterai padat baru mendapat persetujuan regulasi di Beijing. Hal ini dianggap menunjukkan bagaimana industri kendaraan listrik (EV) Tiongkok mulai memosisikan pengembangan teknologi sebagai instrumen manajemen risiko investasi, bukan sekadar perlombaan menuju komersialisasi cepat.
Alih-alih mendorong produksi massal baterai padat yang masih berbiaya tinggi dan penuh ketidakpastian teknis. Proyek ini dirancang sebagai platform validasi bersama untuk menekan risiko riset dan kegagalan teknologi yang selama ini membebani masing-masing perusahaan secara individual.
Proyek yang secara resmi bernama “Proyek Pembangunan Kapasitas Validasi Pengujian dan Produksi Pilot Elektrolit Padat Sepenuhnya” tersebut dipimpin oleh Guolian Automotive Power Battery Research Institute Co., Ltd.
Proyek ini telah memperoleh persetujuan dari Biro Ekologi dan Lingkungan Distrik Huairou, Beijing, dan melibatkan konsorsium yang mencakup produsen otomotif, produsen baterai, serta entitas milik negara pusat dan daerah, termasuk CATL dan SAIC Motor sebagai pemegang saham melalui struktur konsorsium.
Berbeda dari fasilitas manufaktur komersial, proyek ini secara khusus berfokus pada penelitian, pengujian, dan validasi material elektrolit padat, komponen inti dalam pengembangan baterai solid-state.
Elektrolit padat dipandang sebagai elemen krusial bagi kinerja dan keamanan baterai, namun hingga kini masih menghadapi tantangan teknis dan biaya yang signifikan. Dengan menempatkan aktivitas ini pada skala percontohan, risiko teknis dan beban biaya riset tidak dipusatkan pada satu produsen.
Guolian Automotive Power Battery Research Institute sendiri merupakan platform kolaboratif yang menghimpun modal milik negara, produsen kendaraan besar, serta perusahaan di sepanjang rantai pasok baterai.
Pemegang sahamnya antara lain Youyan Technology Group yang sepenuhnya dimiliki oleh Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara pemerintah pusat Tiongkok, serta FAW Group, Dongfeng Motor, BAIC Group, Changan Automobile, GAC Group, Yutong Bus, Huachen, CATL, BTR, Neusoft Reach, dan Tianjin Lishen. Selain itu, Huading New Power Fund yang didukung entitas milik negara lokal juga menjadi bagian dari struktur kepemilikan.
Berdasarkan dokumen persetujuan, proyek ini akan memanfaatkan bangunan industri yang tidak terpakai di Zona Pengembangan Ekonomi Yanqi, Distrik Huairou, yang dialihfungsikan menjadi fasilitas laboratorium dan skala percontohan.
Rencana pembangunan mencakup pemasangan jalur eksperimen material utama baterai solid-state, didukung peralatan karakterisasi presisi tinggi dan sistem kontrol cerdas, dengan total 103 set peralatan yang akan diadakan.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi penelitian dan percontohan sekitar 25 ton material elektrolit padat per tahun. Skala ini menegaskan posisi proyek sebagai sarana validasi dan pengujian, bukan produksi massal.
Dalam konteks industri, pendekatan ini memungkinkan pengembangan pengetahuan bersama dan pengujian teknologi tanpa mendorong investasi besar yang berisiko sebelum kesiapan teknis tercapai.
Tantangan teknis baterai padat, seperti resistansi antarmuka padat-padat, pembentukan dendrit litium, serta tekanan mekanis selama siklus pengisian dan pengosongan, masih menjadi hambatan utama.
Selain itu, rantai pasok untuk baterai solid-state masih berkembang dan biaya produksi tetap tinggi. Kondisi tersebut membuat pendekatan skala percontohan dan validasi bersama menjadi relevan sebagai upaya menekan risiko investasi di tengah ketidakpastian teknologi.
Dalam beberapa waktu terakhir, Tiongkok juga mulai membangun kerangka regulasi untuk sektor ini, ditandai dengan dirilisnya draf konsultasi standar nasional pertama untuk baterai padat.
Bersamaan dengan meningkatnya investasi industri dan proyek-proyek percontohan serupa di berbagai wilayah, proyek di Beijing mencerminkan kecenderungan industri baterai Tiongkok untuk menata pengembangan teknologi secara lebih terukur.
Melalui platform validasi bersama seperti ini, industri EV dan baterai Tiongkok menempatkan pengembangan baterai padat dalam kerangka stabilisasi investasi.
Fokusnya bukan pada percepatan komersialisasi jangka pendek, melainkan pada pengelolaan risiko teknis dan finansial agar siklus overinvestasi di sektor strategis ini dapat ditekan sambil tetap menjaga kesinambungan pengembangan teknologi.(*)