KABARBURSA.COM - Perkembangan teknologi baterai ion natrium dinilai tidak hanya berdampak pada harga awal kendaraan listrik, tetapi juga pada biaya kepemilikan secara keseluruhan. Faktor ini disebut berpotensi mengubah keseimbangan ekonomi antara kendaraan listrik dan kendaraan bermesin bensin.
Pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu mengatakan bahwa penurunan biaya baterai akan membuat kendaraan listrik semakin kompetitif dari sisi total biaya kepemilikan atau total cost of ownership (TCO).
“Hasil akhirnya adalah spesifikasi EV yang lebih affordable dengan struktur biaya dan daya tahan baterainya yang bahkan dapat lebih kompetitif dari mobil ICE maupun EV dengan baterai generasi lama,” ujar Yannes kepada KabarBursa.com, Jumat, 2 Januari 2026.
Menurutnya, implementasi baterai natrium memungkinkan pabrikan menghindari beban harga tinggi meski menyediakan kapasitas baterai yang memadai untuk kebutuhan mobilitas pengguna.
Strategi tersebut, kata Yannes, akan menggeser orientasi pengembangan kendaraan listrik dari aspek performa dan kemewahan menuju utilitas harian dan keterjangkauan biaya, baik dari sisi belanja awal maupun operasional.
“Implementasi baterai Na-ion sangat dimungkinkan bakal menggeser paradigma pabrikan dalam menentukan spesifikasi EV dari yang sebelumnya berorientasi pada performa mewah, menjadi berorientasi pada utilitas harian dan keterjangkauan harga (CAPEX dan OPEX),” jelasnya.
Ia menilai tekanan biaya ini berpotensi mempercepat transisi pasar otomotif, seiring semakin sulitnya kendaraan bermesin pembakaran internal menandingi efisiensi biaya kendaraan listrik.(*)