Logo
>

Nikel Masih Dipakai Industri Otomotif, tapi Tak untuk Semua EV

Baterai EV tak lagi bergantung penuh pada nikel. Sodium-ion dan LFP mulai ambil peran, menciptakan peta baru dalam industri baterai global.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Nikel Masih Dipakai Industri Otomotif, tapi Tak untuk Semua EV
Ilustrasi baterai mobil listrik. Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Hubungan antara kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan nikel tidak lagi bersifat menyeluruh. Perkembangan teknologi baterai global menunjukkan bahwa nikel tetap digunakan, tetapi semakin terkonsentrasi pada segmen tertentu yang menuntut performa tinggi.

    Struktur ini menandai pergeseran dari narasi lama bahwa pertumbuhan EV otomatis berarti pertumbuhan permintaan nikel secara linear.

    Pengamat Komoditas dan Founder Traderindo, Wahyu Tribowo Laksono, mengatakan kemunculan teknologi baterai baru, termasuk sodium-ion, bukan menghapus peran nikel, melainkan membentuk segmentasi pasar yang lebih jelas.

    “Kemunculan baterai ion natrium (Sodium-ion/Na-ion) bukanlah ‘pembunuh’ nikel, melainkan katalisator segmentasi pasar,” ujar Wahyu kepada KabarBursa.com, Selasa, 6 Januari 2026.

    Menurut Wahyu, langkah CATL memperluas pengembangan baterai sodium-ion menjadi penanda berakhirnya fase ketika nikel dianggap sebagai satu-satunya jalur menuju elektrifikasi.

    “Langkah CATL ini menandai berakhirnya era di mana nikel dianggap sebagai satu-satunya jalan menuju elektrifikasi,” kata dia.

    Dalam peta teknologi baterai saat ini, Wahyu menegaskan nikel masih menjadi tulang punggung untuk kendaraan listrik dengan kebutuhan jarak tempuh dan performa tinggi.

    “Nikel (dalam kimia NMC/Nickel Manganese Cobalt) masih merupakan tulang punggung untuk kendaraan performa tinggi dan jarak jauh (>500 km),” ujarnya.


    “Na-ion memiliki densitas energi yang jauh lebih rendah, sehingga sulit menggantikan nikel di segmen premium dan truk berat dalam waktu dekat,” sambungnya.

    Ia menjelaskan, pergeseran teknologi baterai lebih berdampak pada pembagian segmen penggunaannya, bukan menghilangkan permintaan nikel secara keseluruhan.

    “Lebih ke arah pergeseran segmen. Na-ion akan mengambil porsi di segmen micro-mobility (motor listrik), kendaraan kota murah, dan Energy Storage System (ESS),” kata Wahyu.

    “Ini memangkas potensi pertumbuhan tambahan nikel, tetapi tidak menghapus permintaan yang sudah ada di segmen menengah-atas.”

    Mengacu data lembaga internasional mendukung segmentasi tersebut. Berdasarkan IEA Global EV Outlook 2024, baterai LFP telah mencapai sekitar 33 persen pangsa global dan banyak digunakan pada kendaraan segmen mass market.

    Sementara itu, baterai berbasis nikel NMC/NCA masih mencakup sekitar 62 persen pasar, meski pangsanya menurun secara relatif. Adapun baterai sodium-ion masih di bawah 1 persen, namun sudah memasuki tahap produksi massal terbatas.

    Wahyu menilai asumsi lama yang menyamakan pertumbuhan EV dengan pertumbuhan nikel tidak lagi sepenuhnya relevan.

    “Asumsi ‘EV = Nikel’ sudah tidak valid secara absolut,” ujarnya.
    “Rumus barunya adalah: EV = Nikel (High End) + LFP (Mass Market) + Sodium (Entry Level/ESS),” jelasnya.

    Menurut dia, struktur baru ini menjelaskan mengapa volume kendaraan listrik global terus meningkat, sementara laju pertumbuhan permintaan nikel baterai tidak seagresif proyeksi sebelumnya.

    “Pertumbuhan permintaan nikel untuk baterai tetap akan positif karena penetrasi EV global yang meningkat secara total, namun kemiringan kurva pertumbuhannya akan melandai dibanding proyeksi agresif tiga tahun lalu,” kata Wahyu.

    Dengan segmentasi tersebut, peran nikel bergeser dari komoditas serba guna menjadi material khusus untuk aplikasi bernilai tinggi.

    “Sejarah menunjukkan bahwa teknologi baru jarang menghapus komoditas lama secara total, melainkan menciptakan segmentasi,” ujarnya.
    “Nikel kemungkinan akan mengalami hal serupa: dari ‘bahan semua baterai’ menjadi ‘bahan baterai spesialis performa’,” ujarnya.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.