Logo
>

Penjualan BYD Mulai Melambat, Ada Apa dengan PHEV?

Kinerja BYD Tumbuh Tapi Melambat, Segmen PHEV Tertekan

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Penjualan BYD Mulai Melambat, Ada Apa dengan PHEV?
Ilustrasi penjualan mobil BYD. Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Pertumbuhan penjualan PT BYD Co Ltd sepanjang 2025 menunjukkan perlambatan di inti bisnisnya. Penurunan ini terjadi seiring dengan penurunan penjualan bulanan yang berulang dan melemahnya segmen kendaraan hibrida plug-in (PHEV).

    Kondisi ini muncul di tengah tetap tumbuhnya penjualan tahunan perusahaan, namun dengan laju yang jauh lebih rendah dibandingkan beberapa tahun terakhir, mencerminkan tekanan pada model ekspansi berbasis volume di industri kendaraan listrik China.

    Melansir CarNewsChina, pada Desember 2025, BYD menjual 414.784 kendaraan penumpang secara global, turun 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan melemah 12,7 persen dari November.

    Penurunan ini menandai bulan keempat berturut-turut penjualan BYD mengalami kontraksi secara tahunan (year-on-year).

    Sementara dari sisi produk, penjualan kendaraan listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) pada Desember tercatat 190.712 unit, turun 8,2 persen secara tahunan.

    Ini menjadi penurunan YoY pertama BEV BYD sepanjang 2025 dan hanya penurunan YoY ketiga dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, penurunan serupa terjadi pada Februari 2024 akibat faktor musiman Tahun Baru Imlek dan pada Juli 2024.

    Tekanan lebih dalam terlihat pada segmen PHEV. Pada Desember, BYD menjual 224.072 unit PHEV, turun 25,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut sejak April.

    BYD sendiri telah menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin murni sejak April 2022 dan sepenuhnya berfokus pada BEV dan PHEV.

    Namun, tren penurunan beruntun di segmen PHEV sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pergeseran portofolio tersebut belum sepenuhnya menghasilkan pertumbuhan yang stabil di seluruh lini.

    Secara tahunan, BYD membukukan penjualan 4.550.036 unit kendaraan penumpang pada 2025, naik 7,1% dari 4.250.370 unit pada 2024. Kenaikan ini tetap mencerminkan pertumbuhan, namun jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan dua digit hingga tiga digit yang dicapai perusahaan sejak 2021.

    Penjualan BEV sepanjang 2025 mencapai 2.254.714 unit, tumbuh 27,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, penjualan PHEV turun 7,9 persen menjadi 2.288.709 unit.

    Komposisi penjualan pun berubah, dengan BEV menyumbang 49,6% dan PHEV 50,4 persen dari total penjualan BYD tahun ini, meningkat signifikan dibandingkan porsi BEV sebesar 41,5 persen pada 2024.

    Di luar pasar domestik, penjualan BYD di luar China melampaui 1 juta unit untuk pertama kalinya, mencapai 1.046.083 unit pada 2025, atau melonjak 150,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Desember saja, penjualan luar negeri mencapai rekor 133.172 unit, naik 133 persen secara tahunan.

    Meski ekspansi internasional mencatat pertumbuhan kuat, data penjualan sepanjang 2025 menunjukkan bahwa tekanan pertumbuhan di inti bisnis BYD—terutama pada tren bulanan dan segmen PHEV—menjadi bagian penting dari dinamika kinerja perusahaan di tengah perubahan fase industri kendaraan listrik China.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.