Logo
>

Penjualan Motor Listrik 2025 Jeblok, Bertahan Tanpa Subsidi?

Meski tanpa subsidi pemerintah, penjualan motor listrik di Indonesia tembus 55 ribu unit pada 2025. Industri terus tumbuh dengan kehadiran banyak merek baru.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Penjualan Motor Listrik 2025 Jeblok, Bertahan Tanpa Subsidi?
Ilustrasi penjualan motor listrik di Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - Pasar motor listrik sepanjang tahun 2025 cukup tertekan karena absennya insentif untuk EV (Electric Vehicle) roda dua dari pemerintah. Kendati demikian, tanpa insentif pemerintah, penjualan motor listrik tahun 2025 terbilang cukup positif.

Budi Setiyadi, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyatakan, penjualan motor listrik 2025 dapat mencapai sekitar 55 ribu unit.

Menurutnya, jumlah tersebut terbilang baik mengingat absennya insentif motor listrik hingga berbagai tantangan industri lainnya. 

"Secara akumulasi penjualan 2025 itu sekitar 55 ribu unit, ini belum termasuk sepeda listriknya. Kalau digabung pasti akan lebih besar jumlahnya. Dan pada 2025 kita juga mengalami berbagai macam bottlenecking yang membuat masyarakat jadi menunggu untuk pembelian sampai adanya subsidi," ujarnya saat dihubungi KabarBursa.com, Senin 5 Januari 2025.

Budi menyoroti, jumlah penjualan motor listrik tahun lalu tak berkisar jauh dari tahun 2024, di mana saat itu pasar terdorong meminang EV roda dua karena terdapat insentif dari pemerintah.

"Menurut kami penjualan dengan 55 ribu unit tanpa ada intervensi dari pemerintah untuk membantu kepada masyarakat, itu sudah cukup maksimal. Tahun 2024 penjualan motor listrik sekitar 77 ribu unit, jadu ada penurunan sekitar 20 ribuan unit," jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Aismoli, penjualan motor listrik 2025 mampu mencapai 55.059 unit. Penjualan mengalami penurunan 22.019 unit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 77.078 unit. Sementara pada 2023, penjualan EV roda dua di Indonesia tercatat sebanyak 62.049 unit.

Pertumbuhan penjualan yang pesat terjadi dibanding tahun sebelumnya. Periode penjualan 2022, Aismoli mencatat sebanyak 17.198 unit terjual. Artinya, tahun 2023 terdapat kenaikan penjualan 44.851 unit motor listrik di Tanah Air.

Aismoli Tambah Anggota

Budi melanjutkan, industri motor listrik nasional tahun 2025 hingga kini terus berkembang dengan bertambahnya merek baru. Sehingga hal tersebut tetap mampu menarik minat konsumen dalam memilih produk elektrifikasi.

"Tahun 2025 itu sudah beberapa merek-merek baru mulai ada di Indonesia dan kita juga terbantu dengan semakin gencarnya pemerintah dan APM (Agen Pemegang Merek) baik motor maupun mobil listik yang sekarang cukup banyak (menghadirkan produk) di Indonesia," sebutnya.

"Jadi itu juga berpengaruh besar kepada minat masyarakat untuk membeli motor listrik," sambung Budi.

Menurut catatan Aismoli, sejauh ini sudah ada 35 merek yang bernaung menjadi anggota asosiasi tersebut. 

"Kalau merek sepeda motor kayaknya hampir semuanya masuk (jadi anggota). Kalau sepeda listrik itu masih banyak yang belum masuk kepada kita. Yang sudah masuk sepeda listrik yang ada 13 pabrik, yang lainnya belum," kata Budi.

Indikator lain terkait perkembangan industri motor listrik juga terlihat dari datang merek baru dari luar negeri. 

"Sampai dengan sekarang, masih banyak beberapa merek baru terutama dari China dan juga Korea yang masih ingin investasi atau memusatkan industri di Indonesia. Itu banyak yang berkomunikasi dengan kami termasuk pabrik baterai juga demikian," tutupnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.