KABARBURSA.COM - Industri otomotif China mengalami pertumbuhan pada 2025, salah satu indikatornya ditorehkan oleh Chery Group. Adapun tren positif yang dicapai Chery Group sepanjang tahun lalu yakni ekspor kendaraan dari China.
Chery Group sendiri menaungi berbagai merek kendaraan roda empat seperti Chery, Jetour, Omoda, hingga Luxeed. CarNewsChina melaporkan, Chery Group berhasil menjual 2.806.393 kendaraan yang terjual secara global selama 2025.
Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 1.344.020 unit dikirim ke luar China. Angka ini tercatat tumbuh 17,4 persen dibandingkan tahun 2024. Hal ini menjadikan Chery sebagai produsen mobil penumpang China dengan volume ekspor terbesar dalam 23 tahun berturut-turut.
Dengan angka tersebut, artinya Chery Group rata-rata mampu mengekspor satu kendaraan Chery setiap 23 detik sepanjang 2025. Kemudian secara kumulatif, ekspor Chery kini telah mencapai 5,85 juta unit. Sementara volume ekspor bulanannya, untuk pertama kalinya menembus 140.000 kendaraan dalam satu bulan pada tahun ini.
Sementara itu, Chery sebagai merek utama dalam grup tersebut mampu mencatatkan penjualan tahunan sebanyak 1.700.940 unit. Selain yang berkontribusi paling besar dalam grup, Chery dengan model Tiggo 8 juga jadi Medium SUV bermesin bensin terlaris di Tiongkok selama sembilan tahun berturut-turut.
Sementara itu, Chery Arrizo 8 mempertahankan penjualan bulanan di atas 10.000 unit selama 16 bulan berturut-turut, dengan penjualan kumulatif melampaui 450.000 unit dalam 38 bulan sejak diluncurkan di China.
Kinerja positif berikutnya juga diraih merek premium Chery Group yakni Exeed. Merek ini membukukan penjualan 120.369 unit. Seri Yaoguang C-DM menjadi pilar merek tersebut dengan dipasarkan ke lebih dari 19 negara, sekaligus menempati tiga besar penjualan di segmennya di sejumlah pasar Eropa, termasuk Spanyol dan Italia.
Selain itu, merek Jetour mencatat penjualan 622.590 kendaraan sepanjang 2025. Model Jetour X70 telah menembus penjualan kumulatif sebanyak satu juta unit dalam tujuh tahun.
Sementara Jetour Traveler mencatat penjualan global kumulatif lebih dari 400.000 unit. Merek lainnya yakni iCaur, yang masih cukup asing bagi pasar luar China juga meraup penjualan 96.989 unit selama 2025.
Namun model-model kendaraan besutan iCar diekspor dengan nama iCar sendiri atau menggunakan merek yang sudah lebih terkenal seperti Jaecoo dengan pasar awal ke negara Thailand, Malaysia, hingga Rusia. Salah satu contohnya, iCar 03 dipasarkan di luar negeri sebagai Jaecoo 6.
Lebih lanjut, kolaborasi Chery dengan Huawei yang membentuk merek Luxeed juga menunjukkan pertumbuhan bisnis. Sepanjang 2025, Luxeed mencatat penjualan 90.493 unit. Setelah peluncuran Luxeed R7 dan versi pembaruan Luxeed S7, merek ini berhasil mencatat pengiriman bulanan di atas 10.000 unit selama tiga bulan berturut-turut pada periode Oktober hingga Desember.
Secara keseluruhan, kinerja Chery Group mampu menguatkan daya saing produsen otomotif Tiongkok di pasar global. Capaian tahun ini didukung portofolio merek yang beragam, serta strategi pangsa pasar yang baik semisal penetrasi pasar lintas kawasan, serta konsistensi volume ekspor.
Jika tren ekspor Chery Group terus konsisten, bukan tidak mungkin Chery mampu menjadi merek yang lebih besar di pasar dunia termasuk Indonesia.(*)