KABARBURSA.COM – Di balik agresivitas inovasi BYD di pasar otomotif China, riset jangka panjang menjadi fondasi utama yang membentuk arah teknologi perusahaan.
Pendekatan ini menempatkan pengembangan teknologi bukan sebagai respons sesaat terhadap tren pasar, melainkan sebagai hasil konsistensi riset dan pengambilan keputusan berbasis prinsip teknis.
Manajer Umum Merek dan Hubungan Masyarakat BYD Group, Li Yunfei, menjelaskan bahwa seluruh terobosan teknologi BYD lahir dari proses riset berkelanjutan.
Menurutnya, keputusan strategis perusahaan tidak ditentukan oleh dinamika pasar jangka pendek, melainkan oleh pemahaman mendalam terhadap aspek teknis.
Li juga menyoroti peran sentral pendiri sekaligus Ketua BYD, Wang Chuanfu, dalam aktivitas riset dan pengembangan. Wang disebut terlibat langsung dalam berbagai diskusi teknis dan strategis, dengan intensitas yang tinggi.
“Banyak teknologi inti dan keputusan strategis dibentuk melalui diskusi teknik yang mendalam, bukan sesi perencanaan pasar,” kata Li, dilansir dari CarNewsChina, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menggambarkan, Wang kerap memimpin atau menghadiri rapat sejak pagi hingga malam hari, serta menjelaskan konsep teknis menggunakan pendekatan ilmu dasar seperti fisika dan kimia.
Contoh yang kerap digunakan mencakup reaksi elektrokimia, oksidasi anodik, hingga mekanisme kerja baterai.
Pendekatan berbasis first principles tersebut juga diterapkan dalam isu praktis, termasuk saat mengevaluasi kesiapan jaringan listrik untuk mendukung pengembangan infrastruktur pengisian daya cepat.
Komitmen riset ini tercermin dalam aktivitas kekayaan intelektual BYD. Pada Desember 2025, Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China mempublikasikan empat paten BYD yang berkaitan dengan teknologi motor sinkron magnet permanen fluks variabel.
Paten tersebut menguraikan metode pengaturan fluks magnetik secara dinamis untuk meningkatkan efisiensi motor dalam berbagai kondisi operasi.
Teknologi ini diposisikan sebagai pengembangan lanjutan dari sistem penggerak listrik BYD, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam inovasi powertrain kendaraan listrik.
Li menegaskan bahwa BYD tidak memandang praktik peniruan teknologi sebagai ancaman langsung terhadap perusahaan. Menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan industri otomotif secara keseluruhan.
“Kami memperkirakan teknologi utama BYD ke depan akan terus menarik perhatian dan diikuti industri,” tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri otomotif China memang mengalami pergeseran orientasi. Jika pada fase awal sejumlah produsen, termasuk BYD, sempat merilis model dengan elemen desain yang menyerupai merek luar China, kini fokus industri bergeser ke penguasaan teknologi inti kendaraan listrik dan hibrida.
Dalam konteks tersebut, BYD terus memperluas aktivitas risetnya dan mempersiapkan peluncuran teknologi baru pada tahun-tahun mendatang, seiring meningkatnya kompetisi berbasis teknologi di pasar otomotif China. (*)