KABARBURSA.COM - Hyundai Motor Company resmi meluncurkan Staria Electric sebagai mobil listrik barunya di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) premium.
Peluncuran Hyundai Staria Electric berlangsung di ajang Brussels Motor Show 2026, Belgia pada Selasa, 13 Januari waktu setempat.
President & CEO, Hyundai Motor Europe Xavier Martinet, menyatakan, Staria Electric menghadirkan keunggulan EV pada sebuah model yang sudah dikenal dan dipercaya banyak pelanggan.
"Unitnya memadukan ruang dan fleksibilitas khas Staria, sistem bertegangan tinggi dan interior yang telah disempurnakan. Hasilnya, mobilitas listrik yang praktis dan efisien untuk penggunaan sehari-hari di berbagai wilayah Eropa,” ujarnya lewat keterangan resmi, Rabu, 14 Januari 2025.
Staria Electric juga dirancang dengan kelebihan kabin lapang dan fungsionalitas harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga, armada kendaraan shuttle, maupun pengguna dengan gaya hidup aktif.
Soal tampilan, Staria Electric tampak tetap futuristik namun serupa dengan versi mesin konvensional yang juga telah dipasarkan di Indonesia. Pada bagian depan, Staria Electric menghadirkan lampu Daytime Running Lights (DRL) horizontal yang membentang dari sisi ke sisi.
Tapi, sorotan utama rival Denza D9 dan Toyota Alphard Hybrid Electric Vehicle (HEV) ini, memang berada pada kabin dan teknologi elektrifikasinya. Interiornya digadang-gadang luas dan berkelas layaknya lounge yang mengusung konsep ruang terbuka serbaguna.
Hyundai merancang MPV kelas elit ini dengan arsitektur listrik 800 volt yang memungkinkan pengisian cepat dengan kemampuan DC ultra-fast charging. Hasilnya pengecasan baterai dari 10–80 persen bisa berlangsung selama 20 menit.
Kemampuan tersebut didukung baterai berkapasitas besar 84 kWh (Kilowatt-hour) dengan estimasi jarak tempuh hingga 400 km berdasarkan pengujian WLTP.
Selain itu unitnya mengandalkan motor listrik berdaya 160 kW atau tenaganya setara 214,5 HP dan memiliki torsi maksimum 350 Nm. Dengan keluaran tenaga tersebut, Staria listrik memiliki menarik beban hingga 2.000 kg atau 2 ton.
Fitur Vehicle-to-Load (V2L) memungkinkan mobil dijadikan sumber daya layaknya genset untuk berbagai kebutuhan. Ada juga port USB berdaya tinggi 100 W, serta Digital Key.
Kabinnya juga disertai dua layar berupa panel instrumen dan head unit berukuran 12,3 inci. Staria listrik dilengkapi sistem infotainment generasi terbaru ccNC serta dukungan pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA). Ada pula paket teknologi keselamatan ADAS dari Hyundai SmartSense.
Demi kenyamanan, Hyundai melakukan peningkatan dengan kabin yang lebih kedap hingga penyesuaian suspensi demi menunjang performa berkendara.
Staria Electric menawarkan beragam fitur kenyamanan pada kursi yang bisa disesuaikan dengan berbagai profil penggunan.
Pada varian Wagon, ada opsi fitur pemanas dan jok berventilasi untuk kursi depan. Pada varian Luxury, terdapat pemanas dan ventilasi di kursi depan serta kursi baris kedua.
Perbedaan lainnya, varian Luxury menawarkan kapasitas 7-seater. Serta punya kapasitas bagasi hingga 435 liter di belakang baris ketiga. Sedangkan varian Wagon punya kapasitas 9-seater yang mampu membawa keluarga besar hingga bisnis kendaraan shuttle, dan kapasitas bagasinya mencapai 1.303 liter di belakang baris ketiga.
Hyundai memastikan, Staria Electric akan mulai dipasarkan di Korea Selatan dan Eropa pada paruh pertama 2026. Untuk pasar lainnya akan menyusul. (*)