KABARBURSA.COM - Toyota dikabarkan tengah mempersiapkan Harrier generasi baru sebagai produk Sport Utility Vehicle (SUV) premium anyarnya.
Response.jp melaporkan, Toyota Harrier terbaru sedang dalam tahap pengembangan. Sejumlah informasi mengenai Harrier terbaru telah beredar di Jepang.
Hal ini mendorong tim pencari data otomotif global untik membuat proyeksi gambar computer generated (CG), dari Toyota Harrier terbaru. Jika sesuai rencana, debut global Toyota Harrier terbaru diperkirakan berlangsung pada semester kedua 2026.
Bagi yang belum tahu, Toyota Harrier pertama kali diperkenalkan pada 1997 di Jepang. Unitnya dibangun dengan basis platform dari Toyota Camry yang justru merupakan salah satu Sedan andalan raksasa otomotif Jepang tersebut.
Sejauh ini, Harrier yang dipasarkan di Jepang masuk sebagai generasi ketiga yang meluncur pada 2020. Artinya usia Harrier sudah lebih dari setengah dekade. Sehingga faktor ini bisa menjadi sinyal hadirnya generasi baru.
Sementara dari sisi teknis, Toyota disebut akan membekali Harrier terbaru dengan mesin bensin turbo empat silinder segaris 1.500 cc. Mesin ini sebelumnya diperkenalkan dalam ajang Multi-Pathway Workshop, forum teknologi mesin generasi baru yang digelar bersama Toyota, Subaru, dan Mazda di Jepang.
Mesin baru tersebut diklaim memiliki volume 20 persen lebih kecil dan tinggi 15 persen lebih rendah, dibandingkan mesin 2.500 cc naturally aspirated alias tanpa turbo yang kini digunakan Harrier.
Jika benar, konfigurasi dapur pacu baru ini bakal merombak desain kap mesin yang lebih rendah, sehingga membantu meningkatkan aerodinamika sekaligus efisiensi bahan bakar SUV premium tersebut.
Selain varian mesin konvensional, Toyota dikabarkan menyiapkan opsi mesin hybrid dengan kombinasi mesin 1.500 cc yang didukung motor listrik.
Rumornya, Harrier terbaru bakal memiliki varian elektrifikasi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan total output tenaga mencapai 320 PS atau setara 315,6 HP (Horse Power)
Jika hal ini terealisasi, Toyota Harrier terbaru akan cukup revolusioner karena memiliki performa tenaga tertinggi dari generasi sebelumnya. Melihat desainnya, proyeksi CG Toyota Harrier menunjukkan gaya yang sporty dengan siluet Coupe beratap rendah.
Pilar C bagian belakang mobil ini dibuat gelap untuk mempertegas kesan Coupe. Perkiraan desain eksterior SUV Crossover kelas atas ini, diklaim mengikuti filosofi desain “Concept Sports Crossover” yang diperkenalkan Toyota di Shanghai Motor Show 2022.
Sedangkan sisi samping Harrier terbaru ini dianggap terkesan lebar dan berlapis, sementara bagian wajahnya mengadopsi desain palu khas Toyota terbaru.
Lampu depan terlihat mengusung enam unit proyektor di dalam satu rumah lampu, sedangkan grilnya diproyeksikan tampil dengan desain dua tingkat yang memberi kesan kokoh. Kemudian soal dimensi, Toyota Harrier generasi terbaru diperkirakan memiliki panjang 4.750 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.640 mm.
Dimensinya terhitung 10 mm lebih panjang, 5 mm lebih lebar, dan 20 mm lebih rendah dibandingkan model yang saat ini dipasarkan. Masuk ke sektor kabin, calon Harrier terbaru ini diprediksi mengusung sistem infotainment generasi terbaru yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Salah satu fitur yang disorot adalah kemampuan pengenalan suara yang dapat berfungsi tanpa koneksi internet. Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, Toyota Harrier generasi terbaru bukan sekadar penyegaran desain, melainkan perubahan menyeluruh yang menggabungkan efisiensi, performa, dan teknologi masa depan
Toyota Harrier di Indonesia
Toyota Harrier hingga kini masih dikenal sebagai SUV berkelas di Tanah Air. Kiprahnya di Indonesia memang bukan melalui PT Toyota Astra Motor selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) kendaraan berlogo tiga oval tersebut.
Harrier masuk Indonesia dengan status Completely Build Up (CBU) oleh importir umum (IU).Meski demikian, kehadiran Harrier sudah dikenal sejak generasi awal, terutama pada era 2000 ketika SUV bergaya elegan mulai diminati kalangan menengah atas.
Menurut pantauan KabarBursa.com, kiprah Harrier di Indonesia bermula pada 2000 hingga 2013. Meski tidak diproduksi lokal, Harrier yang diimpor pihak IU cukup diminati konsumen, khususnya kalangan atas.
Sepanjang mengaspal di jalanan Tanah Air, Harrier diposisikan sebagai SUV yang berada di antara Toyota Fortuner dan Lexus RX, baik dari sisi ukuran maupun karakter.
Desainnya yang lebih berorientasi pada kenyamanan dan gaya urban membuat Harrier sering dipilih sebagai kendaraan harian premium, bukan SUV berkarakter off-road.
Lalu akankah Harrier generasi terbaru hadir di Indonesia? Kita lihat saja perkembangannya. (*)