KABARBURSA.COM – Tak hanya Indonesia, banjir kendaraan listrik asal China juga membuat pusing negara Barat. Hingga saat ini negara Barat sedang dibuat kelimpungan membendung arusnya.
Melansir Carscoops, data ekspor terbaru menunjukkan bahwa lonjakan pengiriman EV China tidak hanya berlanjut, tetapi justru menemukan jalur-jalur baru yang membuat upaya penahanan menjadi kurang efektif.
Berdasarkan data Administrasi Umum Bea Cukai China, ekspor kendaraan listrik melonjak 87 persen pada November. Meksiko muncul sebagai tujuan utama, dengan lonjakan impor EV China sebesar 2.367 persen menjadi 19.344 unit hanya dalam satu bulan.
Di Eropa, Inggris mencatat kenaikan impor 113 persen menjadi 9.096 unit pada November, sehingga total kendaraan listrik China yang masuk ke negara tersebut sejak awal tahun mencapai 121.555 unit.
Di kawasan Uni Eropa, Belgia tetap menjadi pintu masuk terbesar dengan 195.309 kendaraan listrik China yang diimpor dalam 11 bulan pertama tahun ini, meskipun angka tersebut turun 15 persen dibandingkan 2024.
Namun, secara keseluruhan, impor EV China ke Eropa justru meningkat menjadi 604.105 unit, naik 12 persen secara tahunan. Angka ini menegaskan bahwa volume ekspor tetap bertumbuh meskipun terdapat tekanan kebijakan di kawasan tersebut.
Ketidakmampuan Barat menahan laju ini juga tercermin dari pergeseran tujuan ekspor. Asia menjadi pasar terbesar kendaraan listrik China, dengan ekspor meningkat 71 persen pada November menjadi 110.061 unit.
Hingga November, negara-negara Asia telah mengimpor hampir 1 juta unit EV buatan China. Amerika Latin, termasuk kawasan Karibia, juga mencatat pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu tujuan utama ekspor.
Selain Eropa dan Amerika, pasar-pasar non-Barat seperti Indonesia dan Thailand turut masuk dalam daftar tujuan utama ekspor kendaraan listrik China pada November.
Indonesia mengimpor 17.503 unit, sementara Thailand mencatat 13.517 unit. Diversifikasi tujuan ini membuat arus ekspor EV China tidak terpusat pada satu kawasan saja.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun negara-negara Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya kendaraan listrik China, volume ekspor tetap tumbuh melalui berbagai jalur pasar. Ekspansi ke Asia, Amerika Latin, dan Meksiko berjalan paralel dengan peningkatan pengiriman ke Eropa, sehingga tekanan pembatasan di satu wilayah tidak serta-merta menghentikan aliran kendaraan listrik China secara global.
Lonjakan ekspor ini menegaskan bahwa kendaraan listrik buatan China tidak hanya bergantung pada satu pasar utama. Dengan distribusi yang semakin luas dan volume yang terus meningkat, arus produk tersebut tetap bergerak meskipun menghadapi hambatan di sejumlah negara Barat. (*)