KABARBURSA.COM - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (Aismoli) menyatakan tidak lagi berharap dengan adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Pernyataan tegas ini, kata Budi Setiyadi selaku Ketua Umum Aismoli, industri motor listrik nasional mulai mandiri dengan capaian penjualan yang cukup maksimal pada tahun 2025.
Menurut data yang dihimpun Aismoli, total penjualan motor listrik di Indonesia tahun 2025 tercatat sebanyak 55.059 unit. Angkanya selisih 22.019 unit dibanding penjualan tahun 2024 yang didukung subsidi yakni sebanyak 77.078 unit.
"Kalau di tahun 2025 saja ada sekitar 55 ribu unit, kita tahun 2026 mungkin kita tidak berharap lagi (insentif) ada insentif," ujar Budi saat dihubungi KabarBursa.com, Senin 5 Januari 2026.
Budi menjelaskan, ada sejumlah alasan terkait keputusan Aismoli tersebut terhadap subsidi motor listrik. Namun tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan tetap menyambut insentif tersebut apabila diadakan kembali.
"Karena memang sekarang pemerintah juga kita tahu bahwa ada kejadian bencana di Sumatra dan sebagainya. Pastinya anggaran pemerintah juga sedang terfokus ke sana. Jadi kita mungkin mandiri saja lah. Kalaupun ada (insentif) ya terima kasih. Kalau tidak, kita akan siap dengan itu semua," jelasnya.
Lebih lanjut, Budi memandang bahwa insentif ataupun subsidi bukanlah faktor terpenting dalam mendorong pasar motor listrik di pasar domestik.
Strategi pemasaran hingga dari sisi produk dinilai menjadi pemicu utama motor listrik bisa laris manis diboyong konsumen.
"Jadi lebih baik dari awal kami menyiapkan diri untuk melakukan strategi penjualan, tanpa ada bantuan pemerintah. Dari awal tahun, Januari ini kami akan berkonsolidasi untuk melakukan beberapa macam skema dan juga rencana kerjasama," terang Budi.
Adapun mekanisme kerja sama yang dalam waktu dekat akan dilakukan Aismoli yakni mendukung penggunaan Electric Vehicle (EV) roda dua untuk mobilitas kawasan ramah lingkungan.
"Kita mungkin akan menggandeng beberapa pengembang kawasan yang mungkin secara sadar harus memulai mengembangkan sepeda motor listrik untuk mengurangi emisi. Dan kemudian untuk mencegah polusi udara yang semakin berat di Indonesia," ungkap Budi.
Atas keputusan tersebut, Aismoli menargetkan mampu meningkatkan penjualan motor listrik untuk tahun ini.
Bicara target penjualan, Budi memproyeksikan penyerapan pasar atas motor listrik di pasar domestik mampu melampaui capaian tahun 2025.
"Kami enggak muluk-muluk, kalau memungkinkan bisa naik antara 25 ribu sampai dengan 50 ribu unit. Jadi bisa mendekati sekitar 100 ribu unit penjualan untuk 2026 ini," paparnya.
Aismoli juga optimis dengan prospek pasar motor listrik tahun ini dengan mendulang penjualan minimal di angka 70 ribuan unit.
"Kita optimis minimal melampaui penjualan tahun 2024 (77 ribu unit) waktu ada subsidi. Jadi minimal 75 ribu lah untuk penjualan motor listrik 2026," tutup Budi.(*)