KABARBURSA.COM – Persaingan kendaraan listrik di China mulai menunjukkan pergeseran medan kompetisi. Alih-alih menekan harga, Xpeng memilih menonjolkan klaim jangkauan sebagai pembeda utama.
Melalui varian Xpeng G7 EREV, produsen ini memperkenalkan SUV dengan jangkauan gabungan hingga 1.704 km, yang disebut sebagai jangkauan terpanjang di dunia menurut pabrikan.
Xpeng menyatakan bahwa varian G7 EREV memiliki jangkauan listrik murni sejauh 430 km berdasarkan standar CLTC. Dengan kombinasi sistem range-extender, total jangkauan kendaraan tersebut mencapai 1.704 km.
Melansir CarNewsChina, mobil ini juga dibekali platform 800V dan baterai pengisian cepat 5C, yang memungkinkan pengisian daya hingga 314 km hanya dalam waktu 12 menit. Peluncuran resminya dijadwalkan pada kuartal pertama 2026.
Pendekatan ini kontras dengan strategi perang harga yang selama ini mewarnai pasar EV China. Saat ini, varian Xpeng G7 BEV dijual dalam tiga trim dengan kisaran harga 195.800 hingga 225.800 yuan, atau sekitar Rp469-541 jutaan. Dengan jarak tempuh CLTC masing-masing 602 km dan 702 km. Kehadiran versi EREV memperluas penawaran tanpa mengubah struktur harga varian listrik murni yang sudah ada.
Sistem penggerak EREV pada G7 menggabungkan mesin 1,5T dan motor listrik. Mesin tersebut memiliki daya maksimum 110 kW, sementara motor listriknya mencapai 218 kW.
Berdasarkan data dari otoritas terkait di China, kapasitas baterai yang digunakan adalah 55,8 kWh dengan jenis lithium iron phosphate, serta tangki bahan bakar berkapasitas 60 liter. Berat kosong kendaraan tercatat sebesar 2.245 kg dan 2.255 kg, tergantung variannya.
Dari sisi desain, Xpeng G7 EREV mempertahankan tampilan yang sama dengan versi BEV, termasuk desain depan X Face generasi kedua. Perbedaan fisik utama terletak pada dimensi yang lebih panjang 26 mm serta penambahan lencana “POWER X” di bagian belakang kendaraan. Port pengisian daya ditempatkan di spatbor belakang kanan.
Xpeng G7 EREV menjadi model EREV ketiga Xpeng setelah MPV X9 dan sedan P7+. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan berencana meluncurkan tiga model EREV, kemudian diikuti empat model tambahan dengan mode EREV dan EV sepanjang tahun 2026.
Langkah ini menunjukkan bahwa diferensiasi berbasis jangkauan dan efisiensi teknologi menjadi salah satu arah baru dalam persaingan EV di China, di tengah ketatnya kompetisi harga di pasar tersebut.(*)