KABARBURSA.COM - Masuknya varian motor tunggal pada Denza Z9 GT listrik murni menandai perluasan konfigurasi produk di lini kendaraan premium Denza yang berada di bawah naungan BYD.
Selama ini, Denza Z9 GT dikenal melalui konfigurasi tiga motor berdaya tinggi, sementara pengajuan regulasi terbaru di Tiongkok menunjukkan bahwa BYD kini menyiapkan opsi penggerak yang lebih sederhana dalam keluarga model yang sama.
Denza Z9 GT versi revisi tercantum dalam dokumen pengajuan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, yang mengonfirmasi pembaruan powertrain untuk varian listrik murni dan plug-in hybrid.
Salah satu poin utama dalam pengajuan tersebut adalah hadirnya varian listrik motor tunggal yang didaftarkan berdampingan dengan konfigurasi tiga motor yang sudah ada.
Langkah ini memperluas pilihan teknis Denza Z9 GT tanpa mengubah desain eksterior secara menyeluruh.
Dalam dokumen tersebut, Denza Z9 GT listrik murni dengan motor tunggal tercatat memiliki daya maksimum 370 kilowatt. Varian ini didaftarkan terpisah untuk versi standar dan jarak jauh, dengan perbedaan bobot kendaraan, meskipun kapasitas baterai untuk versi jarak jauh tidak diungkapkan. Baik Denza Z9 maupun Denza Z9 GT tercantum dalam pengajuan dengan konfigurasi motor tunggal ini.
Di sisi lain, konfigurasi tiga motor tetap dipertahankan sebagai opsi performa tinggi. Untuk Denza Z9 GT listrik murni, dokumen regulasi mencatat revisi output daya dibandingkan model produksi sebelumnya.
Motor depan menghasilkan 230 kilowatt, sementara dua motor belakang masing-masing menghasilkan 310 kilowatt, sehingga total output sistem mencapai 850 kilowatt.
Kecepatan tertinggi untuk konfigurasi ini tercatat 270 kilometer per jam. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan versi tiga motor yang saat ini beredar dengan daya gabungan 710 kilowatt.
Pengajuan regulasi tersebut juga mencantumkan Denza Z9 GT versi plug-in hybrid, yang menggunakan kombinasi mesin pembakaran internal 2.0T dan tiga motor listrik.
Mesin pembakaran internal memiliki daya 152 kilowatt, sementara motor listrik terdiri dari satu motor depan berdaya 200 kilowatt dan dua motor belakang masing-masing 220 kilowatt. Total output motor listrik pada varian ini mencapai 640 kilowatt, dipadukan dengan baterai berkapasitas 63,82 kilowatt-jam.
Untuk varian plug-in hybrid, dokumen menyebutkan jarak tempuh listrik murni berstandar WLTC sejauh 301 kilometer, sementara jarak tempuh berstandar CLTC tercatat melebihi 400 kilometer. Konsumsi bahan bakar dalam kondisi baterai habis tercantum sebesar 6,30 liter per 100 kilometer, dengan kecepatan tertinggi 230 kilometer per jam.
Dari sisi desain, Denza Z9 GT versi revisi mempertahankan proporsi bodi dan elemen gaya yang sama dengan model saat ini. Perubahan yang terlihat dalam dokumen pengajuan adalah pemindahan sensor lidar ke posisi atap, menggantikan lokasi pemasangan sebelumnya. Tidak ada informasi mengenai perubahan interior atau spesifikasi kabin yang disertakan dalam dokumen tersebut.
Dokumen pengajuan tidak memuat informasi mengenai harga maupun jadwal peluncuran. Namun, pencantuman berbagai konfigurasi powertrain—mulai dari motor tunggal hingga tiga motor, baik untuk listrik murni maupun plug-in hybrid—menunjukkan bahwa Denza tengah menyiapkan versi pasar yang diperbarui dari Z9 GT, tanpa menggantikan model secara keseluruhan.
Publikasi pengajuan regulasi ini menandakan bahwa Denza yang didukung BYD semakin mendekati tahap persetujuan produksi untuk versi terbaru Denza Z9 GT di pasar Tiongkok, dengan struktur varian yang lebih beragam dibandingkan sebelumnya.(*)