KABARBURSA.COM – Forum B57+ berupaya mendorong laju pertumbuhan ekonomi kreatif nasional ke tingkat global. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyebutkan, tren positif berhasil dibukukan sektor ekonomi kreatif pada 2025.
Dalam Halal Bihalal B57+ Asia Pacific Chapter yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026, ia menyebut realisasi investasi di sektor ekonomi kreatif telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
“Di dalam KPI (Key Performance Indicator) kementerian di tahun 2025, investasi di sektor ekonomi kreatif itu melampaui target sebesar 130 persen,” ujarnya Teuku dalam gelaran tersebut.
Ia melanjutkan, kontribusi penanaman modal asing juga menunjukkan peningkatan. Hampir 10 persen dari total investasi luar negeri yang masuk ke Indonesia tercatat mengalir ke sektor ekonomi kreatif (Ekraf). “Terdapat 9,5 persen investment dari luar ke Indonesia atau hampir 10 persen ke sektor ekraf. Artinya, kepercayaan dari pihak internasional ke sektor ini juga semakin tinggi,” sebut Teuku.
Selain investasi, kinerja ekspor ekraf juga mencatatkan hasil di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “Begitu juga ekspor, sekitar 110 persen dari target yang diberikan RPJMN ini juga menunjukkan bahwa ekspor kreatif kita juga cukup tinggi,” ucap Teuku.
Sejumlah negara disebutkan menjadi tujuan utama ekspor produk ekraf Indonesia, termasuk kawasan Timur Tengah. Salah satu negara yang masuk dalam lima besar tujuan ekspor adalah Uni Emirat Arab.
“Beberapa negara-negara tujuan ekspor kita salah satunya yang termasuk lima besar itu, ada dari United Emirat Arab yang menjadi salah satu tujuan utama kita. Tetapi banyak sekali yang masuk ke dalam negara-negara B57+,” papar Teuku.
Sejalan dengan capaian tersebut, pemerintah menegaskan strategi pengembangan sektor ekraf yang difokuskan pada penguatan pelaku usaha lokal. Tujuannya demi meningkatkan daya saing di tingkat global.
Adapun pendekatan yang digunakan pemerintah, mulai dari pengembangan pelaku lokal hingga menjadi merek global.
“Kita mencari local hero, local brand, atau local IP (Intellectual Property). Local hero dari daerah untuk go nasional atau national champion untuk menuju go global,” kata Teuku.
Strategi ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan berbagai mitra untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, serta pengembangan talenta di dalam negeri.
"Untuk itu sekali lagi, kami mengharapkan juga bisa melakukan kolaborasi, kalau memungkinkan MOU antara Kementerian Ekonomi Kreatif dengan B57+. Kami mengapresiasi banyak hal yang bisa dikolaborasikan dengan B57+ dalam membantu mendorong brand Indonesia untuk ke global," pungkas Teuku.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Sebagai informasi, B57+ merupakan platform global yang menghubungkan para pemimpin bisnis yang berisi 57 negara anggota Organisasi Anggota Kerja Sama Islam (OKI).
B57+ Asia Pacific Chapter sebelumnya resmi diluncurkan pada 3 Februari 2026 dalam ajang Indonesia Economic Summit 2026. Tujuan pembentukan chapter B57+ di kawasan regioanal tersebut, yaitu untuk memperkuat integrasi di sektor ekonom Islam untuk kawasan Asia-Pasifik.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.