KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) sepanjang Maret 2026 tidak langsung menunjukkan arah yang tegas, tetapi justru menyimpan pola tarik-menarik yang membuatnya menarik untuk dicermati.
Di satu sisi harga sempat tertekan berulang kali ke area bawah, namun di sisi lain mulai muncul tanda-tanda penyerapan saat tekanan jual mereda.
Jika ditarik dari awal bulan, BIRD memulai perdagangan di area 1.700 pada 4–6 Maret, sebelum tekanan jual mulai mendominasi. Pada 9 Maret, harga jatuh cukup dalam ke 1.660 dengan net foreign sell mencapai sekitar Rp1,50 miliar. Ini menjadi titik tekanan terbesar dalam periode ini.
Tekanan tersebut tidak berdiri sendiri, karena berlanjut pada 10 Maret dengan net sell Rp247 juta dan kembali muncul pada 12 Maret sebesar Rp363 juta.
Namun, fase menarik justru mulai terlihat setelah periode distribusi tersebut. Pada 13 Maret, BIRD mencatat net foreign buy Rp177 juta di tengah harga yang masih tertekan di 1.655. Fase ini mengindikasikan mulai adanya penyerapan di area bawah.
Pola berlanjut secara tidak konsisten tetapi tetap terlihat hingga 26 Maret, di mana terjadi net buy Rp58,76 juta saat harga kembali ke 1.700.
Di sisi harga, struktur pergerakan menunjukkan fase koreksi bertahap dari area 1.710–1.715 menuju zona 1.630–1.650. Level 1.630 sendiri menjadi titik penting karena berulang kali menjadi area low intraday, termasuk pada 16 Maret (1.630) dan 9 Maret (1.630).
Artinya, secara historis dalam bulan ini, area tersebut berfungsi sebagai zona penahan tekanan jual.
Frekuensi dan Volume BIRD
Sementara itu, karakter transaksi juga memperkuat gambaran tersebut. Pada 9 Maret, frekuensi mencapai 835 dengan volume 36,56 ribu lot dan mencerminkan distribusi yang cukup agresif.
Namun, saat harga mulai stabil, frekuensi cenderung menurun, seperti pada 26 Maret yang hanya 225 kali dengan volume 5,30 ribu lot. Ini menunjukkan tekanan jual yang mulai mereda, meskipun belum sepenuhnya hilang.
Sementara itu, dalam riset MNC Sekuritas, posisi BIRD disebut berada pada bagian dari wave c dari wave (b) dari wave [ii]. Hal ini mencerminkan bahwa BIRD masih berada dalam fase korektif dalam struktur yang lebih besar.
Dalam pendekatan Elliott Wave, wave c umumnya merupakan fase akhir dari koreksi sebelum potensi pembalikan arah atau setidaknya technical rebound.
Kondisi ini menjadi relevan dengan data harga yang menunjukkan bahwa penurunan tidak lagi membentuk lower low yang signifikan setelah menyentuh 1.630, melainkan bergerak dalam rentang yang lebih sempit antara 1.650 hingga 1.700.
Dengan kata lain, tekanan mulai tertahan, tetapi belum cukup kuat untuk membentuk tren naik baru.
Di sisi lain, kegagalan harga menembus cluster MA20 dan MA60 menegaskan bahwa tren jangka menengah masih berada dalam tekanan. Selama harga belum mampu keluar dari area tersebut, setiap kenaikan cenderung bersifat terbatas dan rawan kembali mengalami koreksi.
Rekomendasi dan Target Harga
Dalam konteks ini, rekomendasi buy on weakness di rentang 1.645–1.675 menjadi masuk akal secara teknikal. Rentang tersebut berada dekat dengan area support historis bulan Maret sekaligus menjadi zona di mana akumulasi mulai terlihat muncul secara bertahap.
Target harga di 1.715 hingga 1.745 juga sejalan dengan area resistensi terdekat yang sebelumnya menjadi titik distribusi.
Dengan demikian, kombinasi antara tekanan jual yang mulai mereda, kemunculan net foreign buy secara selektif, serta posisi harga yang mendekati area support kuat, menjadi dasar utama pendekatan yang digunakan MNC Sekuritas.
Struktur teknikalnya belum sepenuhnya pulih, tetapi dinamika data menunjukkan bahwa fase koreksi mulai memasuki tahap akhir dalam kerangka pergerakan jangka pendek.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.