KABARBURSA.COM - Pembentukan B57+ Asia Pacific Chapter menandai hadirnya wadah baru kerja sama bisnis antarnegara OKI, dengan Indonesia memegang peran strategis di kawasan. Inisiatif ini dinilai relevan di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian meningkat. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan dalam platform tersebut.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai bahwa sebelum melangkah lebih jauh, diperlukan kejelasan mengenai strategi jangka pendek maupun menengah, baik di sektor publik maupun privat. Hal ini penting agar pelaku usaha memiliki gambaran konkret terkait peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, terlebih dengan dukungan instrumen seperti rekening syariah dan zakat saham yang telah difasilitasi Bursa Efek Indonesia.
Di tengah tekanan geopolitik yang berpotensi menghambat jalur distribusi dan hubungan bisnis, kehadiran B57+ dipandang mampu menjadi alternatif mitigasi. Dengan mengedepankan kerja sama yang saling menguntungkan tanpa intervensi kepentingan politik atau agama, aktivitas bisnis diharapkan dapat berjalan lebih stabil. Kondisi ini kontras dengan situasi konflik di Selat Hormuz yang menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik dapat berdampak luas terhadap ekonomi global.
“Pembentukan B57+ Asia Pacific Chapter dengan Indonesia sebagai titik penting merupakan platform kerja sama bisnis yang relevan di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini. Dengan lebih banyak kolaborasi yang bersifat mutualisme dan tidak dibebani kepentingan politik maupun agama, bisnis dapat berjalan lebih stabil dan terkelola, bahkan di tengah situasi dunia yang kompleks seperti konflik di Selat Hormuz,” ujar Liza kepada KabarBursa.com di Jakarta, Kamis 23 April 2026.
Liza menambahkan bahwa pembentukan B57+ Asia Pacific Chapter merupakan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama bisnis antarnegara OKI dengan Indonesia sebagai aktor kunci. Ia juga menekankan bahwa kehadiran platform ini berpotensi menjadi solusi dalam meredam dampak ketegangan geopolitik global, melalui kolaborasi yang netral dan berorientasi pada keuntungan bersama sehingga stabilitas aktivitas ekonomi tetap terjaga.
B57+ Dibentuk Lewat Forum Global
Pembentukan B57+ tidak berdiri sendiri, melainkan berangkat dari forum tingkat tinggi Indonesia–B57+ Multilateral Business Roundtable yang digelar di Jakarta pada 3–4 Februari 2026 dalam rangkaian Indonesia Economic Summit (IES) 2026.
Forum ini diinisiasi oleh Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) bersama Indonesian Business Council (IBC) dan mempertemukan pembuat kebijakan, pejabat pemerintah, duta besar, serta pelaku bisnis global untuk mendorong implementasi kerja sama ekonomi Islam berbasis proyek nyata.
Diskusi dalam forum tersebut difokuskan pada penyelarasan ekosistem bisnis, penguatan konektivitas pasar, serta pembukaan jalur baru perdagangan dan investasi berbasis keuangan syariah, inovasi, dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UMKM).
Selain itu, pembahasan juga menitikberatkan pada identifikasi sektor unggulan di Indonesia yang dapat mendorong ekspor sekaligus memperkuat integrasi dengan pasar negara-negara Islam.
ICCD menempatkan B57+ sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pembentukan B57+ Asia-Pasifik ditandai dengan penyerahan deklarasi resmi dari ICCD kepada Indonesian Business Council dalam momentum IES 2026. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai simpul utama dalam memperkuat konektivitas ekonomi antara negara-negara OKI dan mitra strategisnya di kawasan Asia-Pasifik.
Pusat Integrasi Ekonomi Islam
Sebagai bagian dari inisiatif unggulan ICCD, B57+ diarahkan untuk menjadikan kawasan Asia-Pasifik sebagai pusat integrasi ekonomi Islam yang dinamis, dengan fokus pada peningkatan perdagangan, investasi, dan kolaborasi lintas batas.
Forum ini juga menghasilkan komitmen untuk mempercepat pembentukan kemitraan sektoral serta reformasi regulasi guna mendukung kelancaran arus perdagangan antarnegara anggota.
Melalui forum ini, ICCD menegaskan misi jangka panjang untuk membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi, tangguh, dan inklusif di antara 57 negara anggota OKI, sekaligus memperkuat posisi B57+ sebagai platform utama dalam menghubungkan pasar, investasi, dan rantai nilai ekonomi Islam global.(*)