KABARBURSA.COM – Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 resmi digelar di Auditorium Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang, Senin, 20 April 2026. Forum ini mengangkat tema ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional dan menjadi ruang kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
CEO Kabar Grup Indonesia (KGI) sekaligus Direktur Utama Kabar Bursa Indonesia, Upi Asmaradhana, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendorong penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini telah digelar di sejumlah wilayah sebelumnya.
“Forum ini merupakan kelanjutan dari komitmen kami bersama berbagai stakeholder untuk menggali potensi ekonomi lokal. Sebelum di Palembang, kegiatan serupa telah kami selenggarakan di Jakarta, Pontianak, dan Makassar dengan melibatkan berbagai pihak strategis,” ujar Upi dalam sambutan pembuka, Senin, 20 April 2026.
Upi menjelaskan bahwa pemilihan tema ekonomi syariah didasarkan pada besarnya potensi pasar domestik yang belum tergarap optimal. Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki populasi sebesar 288,3 juta jiwa, dengan sekitar 87 persen atau 250 juta di antaranya merupakan umat Muslim.
“Potensi ini sangat besar, namun belum dimaksimalkan secara optimal. Ekonomi syariah seharusnya menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan regional,” kata dia.
Dalam paparannya, Upi juga mengungkapkan bahwa posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2018, Indonesia berada di peringkat kesepuluh dunia, kemudian naik ke posisi kelima pada 2019, meningkat ke posisi keempat pada 2022, dan pada 2025 berada di peringkat ketiga dunia.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi syariah Indonesia terus berkembang. Namun, capaian ini perlu diiringi dengan penguatan di tingkat regional agar dampaknya lebih merata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan forum di lingkungan kampus memiliki tujuan strategis dalam memperkuat peran akademisi dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mendorong kemajuan ekonomi berbasis riset dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kampus harus mengambil peran dalam memajukan ekonomi bangsa, termasuk ekonomi umat. UIN Raden Fatah memiliki posisi penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Selatan,” kata Upi.
Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 menghadirkan dua sesi diskusi panel yang melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor. Panel pertama diisi oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro, Kepala OJK Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Arifin Susanto, Regional CEO Bank Syariah Indonesia Palembang Ari Yusnari Muslim, serta Ketua BAZNAS Sumatera Selatan H. Darami, dengan moderator Dr. Melis dari UIN Raden Fatah.
Sementara itu, panel diskusi kedua menghadirkan Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Ketua Umum HIPMI Sumatera Selatan Muhammad Puri Andamas, pakar ekonomi syariah UIN Raden Fatah Dr. Uli Amri, serta perwakilan pengurus Asosiasi Ahli Ekonomi Islam Sumatera Selatan Nila Ertina, dengan moderator dari kalangan akademisi.
Selain menjadi ajang pertukaran gagasan, Upi mengatakan, forum ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.
Menurutnya, Sumatera bagian selatan dinilai memiliki potensi ekonomi dan budaya yang dapat menjadi basis pengembangan ekonomi syariah nasional.
Upi menyatakan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor industri menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Ia berharap forum ini dapat menghasilkan langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di tingkat regional.
“Saya berharap sinergi yang terbangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi penguatan ekonomi syariah, khususnya di Sumatera bagian selatan, yang memiliki modal ekonomi dan budaya yang kuat,” tutupnya.(*)