Logo
>

Laba ASSA Melaju Kencang, Asing Balik Masuk Saat Harga Tinggi

Laba melonjak 81 persen ditopang logistik, arus dana asing mulai berbalik masuk saat harga saham bangkit dari tekanan awal Maret.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba ASSA Melaju Kencang, Asing Balik Masuk Saat Harga Tinggi
Laba ASSA melonjak hingga 81 persen dengan pendapatan konsolidasi bertumbuh sebesar 21 persen. (Foto: Dok Adi Sarana Armada)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Kinerja PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) sepanjang 2025 menunjukkan akselerasi yang cukup tajam, namun pergerakan sahamnya justru sempat mengalami tekanan sebelum akhirnya mulai menunjukkan tanda pemulihan dalam beberapa hari terakhir.

Dari sisi fundamental, ASSA mencatat lonjakan kinerja yang signifikan. Pendapatan konsolidasi mencapai Rp6 triliun, tumbuh 21 persen secara tahunan. Laba bersih bahkan melonjak lebih tinggi, naik 81 persen menjadi Rp596,6 miliar dari Rp330,1 miliar pada tahun sebelumnya. 

Kenaikan ini mencerminkan perbaikan profitabilitas yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan topline.

Pendorong utama datang dari segmen logistik yang kini menjadi tulang punggung bisnis. Kontribusinya mencapai 44 persen dari total pendapatan atau sekitar Rp2,7 triliun, tumbuh 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Di sisi lain, bisnis rental tetap stabil dengan kontribusi Rp2 triliun atau tumbuh 5 persen, sementara ekosistem kendaraan bekas melalui ASLC mencatat kombinasi pendapatan dari penjualan mobil dan jasa lelang yang semakin memperkuat diversifikasi usaha.

Ekspansi yang dilakukan juga terlihat terarah. Pembangunan gudang cold chain terbesar di Pulo Gadung menjadi sinyal penguatan lini logistik, sementara Caroline.id dan JBA memperluas jangkauan di segmen kendaraan bekas. 

Di bisnis rental, jumlah armada dijaga di kisaran 29.000 hingga 30.000 unit, menunjukkan strategi menjaga keseimbangan antara utilisasi dan efisiensi.

Saham Mulai Bangkit

Namun, pergerakan saham ASSA tidak langsung mencerminkan lonjakan kinerja tersebut. Dalam periode awal Maret, harga saham sempat berada di level 1.120 pada 2 Maret sebelum turun tajam hingga menyentuh area 980 pada 4 Maret. 

Tekanan ini terjadi bersamaan dengan dominasi net foreign sell yang cukup besar, mencapai lebih dari Rp2 triliun pada beberapa hari perdagangan.

Setelah fase tekanan tersebut, struktur pergerakan mulai berubah. Pada 17 Maret, saham ASSA ditutup di level 1.025, menguat 5,13 persen dalam sehari setelah sebelumnya bergerak di level 975. Kenaikan ini disertai perubahan arah arus dana asing yang mulai mencatatkan net foreign buy sebesar Rp144,70 miliar.

Jika ditarik dalam beberapa hari terakhir, terlihat adanya pergeseran pola. Setelah periode distribusi yang cukup intens, tekanan jual mulai mereda dan digantikan oleh akumulasi yang lebih selektif. Hal ini juga tercermin dari nilai pembelian asing yang mencapai Rp1,1 miliar pada 17 Maret, melampaui nilai jual sebesar Rp968 juta.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume dan frekuensi relatif stabil meski tidak terlalu agresif. Volume transaksi berada di kisaran puluhan ribu lot dengan frekuensi ratusan hingga lebih dari seribu kali, menunjukkan likuiditas yang cukup terjaga namun belum memasuki fase euforia.

Pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan pola rebound teknikal setelah tekanan beruntun. Pada 16 Maret, harga sempat turun ke 975 sebelum kembali menguat ke 1.025 pada hari berikutnya. Rentang ini menjadi indikasi bahwa level di bawah 1.000 mulai mendapat respons beli dari pasar.

Dengan kombinasi antara pertumbuhan kinerja yang kuat dan perubahan arah arus dana, saham ASSA kini berada dalam fase transisi. Di satu sisi, fundamental menunjukkan ekspansi yang solid dengan pertumbuhan laba yang signifikan. 

Di sisi lain, pergerakan harga masih dipengaruhi oleh dinamika distribusi dan akumulasi yang belum sepenuhnya stabil.

Kondisi ini menempatkan ASSA pada titik menarik. Ketika kinerja operasional menunjukkan penguatan, pasar mulai merespons secara bertahap melalui perubahan arus dana. Pergerakan harga yang mulai bangkit diikuti masuknya kembali dana asing menjadi sinyal bahwa fase tekanan sebelumnya mulai mereda, meski belum sepenuhnya hilang.

Di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan dan upaya menjaga efisiensi operasional, arah pergerakan saham ASSA kini tidak hanya ditentukan oleh kinerja keuangan, tetapi juga oleh bagaimana pelaku pasar menempatkan posisi mereka dalam fase pemulihan yang sedang berlangsung.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79