KABARBURSA.COM – Perubahan kinerja PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) sepanjang 2025 terlihat kontras jika dibandingkan tahun sebelumnya, ketika tekanan besar pada laporan keuangan kini berganti dengan pembalikan ke zona laba dalam satu tahun buku.
IBST mencatatkan laba bersih Rp411,44 miliar pada 2025, berbalik dari rugi bersih Rp1,85 triliun pada 2024. Perubahan ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif terbatas, hanya naik 1,1 persen menjadi Rp871,89 miliar dari Rp862,47 miliar pada periode sebelumnya.
Pergerakan utama justru terlihat pada struktur biaya. Beban pokok pendapatan turun signifikan hingga 51,2 persen menjadi Rp242,95 miliar. Penurunan ini mendorong laba bruto melonjak 72,4 persen menjadi Rp628,95 miliar, memperlebar ruang margin di tengah pertumbuhan top line yang tidak terlalu tinggi.
Efek lanjutan dari penyesuaian biaya tersebut tercermin pada laba usaha yang tercatat Rp609,96 miliar, meningkat 199 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada level sebelum pajak, IBST membukukan laba Rp523,21 miliar, berbalik dari rugi sebelum pajak Rp1,79 triliun pada 2024.
Setelah memperhitungkan beban pajak Rp37,1 miliar, laba bersih akhirnya terbentuk di angka Rp411,44 miliar. Perubahan ini menunjukkan bahwa pemulihan kinerja IBST sepanjang 2025 lebih banyak ditopang oleh penyesuaian biaya dan struktur operasional dibandingkan ekspansi pendapatan.
Ekuitas Naik, Liabilitas Turun
Di sisi neraca, pergeseran juga terlihat cukup jelas. Ekuitas meningkat 19 persen menjadi Rp2,58 triliun, mencerminkan dampak langsung dari perbaikan laba. Sementara itu, total liabilitas turun 39,3 persen menjadi Rp1,37 triliun, meskipun masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp972,82 miliar.
Namun di tengah perbaikan tersebut, total aset justru turun 10,7 persen menjadi Rp3,95 triliun. Penurunan ini berjalan beriringan dengan berkurangnya kas secara signifikan, dari Rp18,14 miliar pada akhir 2024 menjadi hanya Rp1,1 miliar pada akhir 2025.
Perubahan posisi kas ini menjadi salah satu bagian paling mencolok dalam laporan keuangan IBST. Arus kas menunjukkan bahwa sepanjang 2025, perusahaan menggunakan kas bersih sebesar Rp1,07 triliun untuk aktivitas pendanaan. Angka ini terutama berasal dari pembayaran utang bank jangka pendek yang mencapai Rp7,22 triliun.
Aliran kas tersebut menggambarkan adanya langkah penyesuaian struktur pendanaan yang cukup besar dalam satu tahun buku. Pengurangan liabilitas berjalan beriringan dengan penurunan kas, memperlihatkan pergeseran dari sisi leverage menuju posisi kewajiban yang lebih rendah.
Dalam struktur yang terbentuk saat ini, IBST mencatatkan kombinasi antara peningkatan profitabilitas dan penurunan kewajiban, namun dengan konsekuensi penurunan likuiditas yang cukup tajam. Posisi kas yang tersisa di akhir periode menjadi sangat terbatas dibandingkan skala operasional perusahaan.
Di sisi lain, profil bisnis IBST sebagai perusahaan menara telekomunikasi yang berada dalam ekosistem iForte dan jaringan Djarum Group tetap bertumpu pada stabilitas kontrak dan utilisasi infrastruktur. Kinerja 2025 memperlihatkan perubahan signifikan pada sisi efisiensi, yang langsung berdampak pada margin dan laba.
Dengan komposisi baru ini, pergerakan kinerja IBST selanjutnya akan berjalan dalam struktur yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pergeseran antara beban, kewajiban, dan kas membentuk dinamika baru dalam laporan keuangan perusahaan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.