Logo
>

MBMA Siapkan Buyback Rp1,7 Triliun, Harga Saham Melemah ke Kisaran 675

MBMA menyiapkan buyback hingga Rp1,7 triliun atau maksimal 1,8 miliar saham hingga Juni 2026. Sementara harga saham turun ke kisaran Rp675 di tengah koreksi bulanan dan konsensus analis tetap dominan rekomendasi beli.

Ditulis oleh Yunila Wati
MBMA Siapkan Buyback Rp1,7 Triliun, Harga Saham Melemah ke Kisaran 675
Emiten yang memproduksi bijih nikel, MBMA, merencanakan buyback saham dalam rentang waktu tiga bulan, maksimal 1,8 miliar saham. (Foto: Dok Merdeka Battery Materials)

KABARBURSA.COM – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai maksimal Rp1,7 triliun. Rencana tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 16 Maret 2026.

Manajemen MBMA menyatakan, jumlah saham yang dapat dibeli kembali mencapai maksimal 1.800.000.000 lembar. Pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama tiga bulan setelah keterbukaan informasi disampaikan, dengan batas waktu paling lambat hingga 16 Juni 2026.

Manajemen menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tersebut tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha maupun operasional perusahaan. Langkah tersebut dilakukan dengan tujuan menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan.

Menurut manajemen, program buyback diharapkan dapat membuat harga saham MBMA mencerminkan nilai fundamental perusahaan secara lebih wajar di pasar.

Harga Saham Intraday Terjun Bebas

Pada saat rencana tersebut diumumkan, saham MBMA tercatat mengalami tekanan pada perdagangan harian. Hingga sesi perdagangan berlangsung, harga saham berada di level sekitar Rp675 atau turun sekitar 4,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Dalam satu pekan terakhir, saham MBMA masih mencatat penguatan sekitar 2,27 persen dengan rentang pergerakan harga antara Rp670 hingga Rp770. Namun dalam periode satu bulan terakhir, harga saham tercatat turun sekitar 6,90 persen dengan kisaran pergerakan antara Rp630 hingga Rp945.

Jika dilihat dalam periode yang lebih panjang, saham MBMA masih menunjukkan kinerja yang lebih kuat. Dalam tiga bulan terakhir harga saham mencatat kenaikan sekitar 26,17 persen dengan rentang harga Rp525 hingga Rp945. Sementara dalam enam bulan terakhir saham ini menguat sekitar 38,89 persen dengan kisaran harga Rp454 hingga Rp945.

Secara tahunan, pergerakan saham MBMA menunjukkan kenaikan sekitar 132,76 persen dibandingkan posisi terendah tahunan di sekitar Rp238.

Strategi dan Target Harga

Di sisi lain, konsensus analis menunjukkan pandangan yang relatif positif terhadap saham MBMA. Berdasarkan pemeringkatan dari 16 analis yang mengikuti saham tersebut, sebanyak 14 analis memberikan rekomendasi buy, satu analis memberikan rekomendasi hold, dan satu analis memberikan rekomendasi sell.

Konsensus target harga analis menunjukkan rata-rata target harga saham MBMA berada di level Rp783 per saham. Estimasi tertinggi berada di kisaran Rp1.000, sedangkan estimasi terendah berada di sekitar Rp510 per saham.

Dengan harga saham saat ini yang berada di kisaran Rp680, posisi tersebut masih berada di bawah rata-rata target harga analis yang berada di area Rp783.

Proyeksi kinerja perusahaan juga menunjukkan perkiraan peningkatan pada beberapa indikator keuangan dalam beberapa tahun ke depan. Konsensus analis memperkirakan pendapatan perusahaan yang pada 2024 tercatat sekitar Rp29,24 triliun akan berada di kisaran Rp24,30 triliun pada 2025.

Untuk tahun 2026, pendapatan diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp40,78 triliun.

Pada sisi laba usaha, konsensus analis memperkirakan kenaikan dari sekitar Rp1,26 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp2,10 triliun pada 2025. Pada 2026, laba usaha diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp6,86 triliun.

Sementara itu, laba bersih perusahaan diperkirakan meningkat dari sekitar Rp361 miliar pada 2024 menjadi sekitar Rp624 miliar pada 2025 dan sekitar Rp3,15 triliun pada 2026.

Perkiraan tersebut juga tercermin pada proyeksi laba per saham atau earnings per share yang pada 2024 tercatat sekitar 3,34 dan diperkirakan mencapai sekitar 29,63 pada 2026 berdasarkan konsensus analis yang mengikuti saham perusahaan tersebut.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79