KABARBURSA.COM – Sepanjang 2025, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berjalan dengan pendapatan yang agresif dan tekanan biaya yang membesar. Pendapatan melonjak ke Rp5,8 triliun atau tumbuh 41 persen dibandingkan Rp4,1 triliun pada 2024, seiring peningkatan volume lalu lintas dan penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol.
Lonjakan ini menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi dalam beberapa periode terakhir, namun tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi penguatan profitabilitas.
Dari struktur laporan keuangan, kenaikan pendapatan langsung diikuti oleh lonjakan beban pokok yang naik 75,5 persen menjadi Rp3,91 triliun dari Rp2,23 triliun. Dampaknya terlihat jelas pada laba kotor yang hanya bergerak tipis ke Rp1,88 triliun dari Rp1,87 triliun, atau naik kurang dari 1 persen secara tahunan.
Data ini memperlihatkan bahwa ruang margin mengalami penyempitan meskipun aktivitas operasional meningkat signifikan.
Tekanan berlanjut di level operasional, ketika beban usaha khususnya umum dan administrasi meningkat 61,7 persen menjadi Rp256,4 miliar. Kenaikan ini menahan laju laba usaha yang tidak tumbuh sebanding dengan pendapatan.
Dalam rincian kuartalan, laba usaha sempat berada di kisaran Rp416 miliar hingga Rp444 miliar sepanjang 2025, dengan posisi akhir kuartal IV tercatat Rp339 miliar. Angka-angka ini menunjukkan adanya penurunan dibanding kuartal sebelumnya.
Di sisi lain, komponen non-operasional memberikan dinamika tersendiri. Pada kuartal IV 2025, CMNP mencatat penghasilan lain-lain sebesar Rp114 miliar, berbalik dari posisi negatif pada beberapa kuartal sebelumnya.
Perubahan ini mendorong laba sebelum pajak naik ke Rp453 miliar di kuartal IV, lebih tinggi dibanding Rp231 miliar pada kuartal III.
Namun setelah memperhitungkan beban pajak sebesar Rp162 miliar di kuartal IV, laba bersih periode berjalan tercatat Rp291 miliar.
Secara tahunan, laba bersih CMNP mencapai Rp934 miliar, turun sekitar 4 persen dari Rp971 miliar pada 2024. Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan EBITDA yang justru terkoreksi tipis menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,95 triliun.
Aset Meningkat, Ekuitas Naik
Dari sisi struktur keuangan, total aset CMNP meningkat menjadi Rp26,69 triliun dari Rp23,92 triliun, mencerminkan ekspansi aset seiring pengembangan proyek. Ekuitas juga naik menjadi Rp16,53 triliun.
Naiknya ekuitas didorong oleh konversi Waran Seri I sebanyak 1,26 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp980 per saham. Tambahan modal ini memperkuat basis permodalan dan memperbaiki rasio leverage perusahaan.
Jika dilihat dari rasio keuangan, Return on Equity (ROE) berada di kisaran 2,13 persen pada kuartal IV 2025, meningkat dari 1,14 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Return on Assets (ROA) juga naik menjadi 1,18 persen dari 0,62 persen.
Sementara itu, rasio interest coverage berada di level 3,38 kali, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menutup beban bunga dari laba operasional.
Di sisi valuasi, Price to Earnings Ratio (PER) kuartalan berada di kisaran 37,57 kali pada akhir 2025, lebih rendah dibanding 57,57 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Price to Sales tercatat 4,93 kali, turun dari 6,21 kali. Artinya, ada perubahan rasio terhadap pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi.
Percepatan Proyek Infrastruktur
Pergerakan kinerja ini berjalan seiring dengan fokus CMNP pada percepatan proyek infrastruktur, termasuk Harbour Road II, Tol Depok-Antasari Seksi 3 dan 4, serta pengembangan rest area Cisumdawu.
Aktivitas proyek tersebut menjadi bagian dari ekspansi yang mendorong pertumbuhan pendapatan, sekaligus meningkatkan kebutuhan biaya konstruksi dan operasional.
Direktur Keuangan CMNP Hasyim, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini berfokus pada percepatan bisnis dan optimalisasi manajemen proyek yang sedang berjalan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi yang menekankan pada upaya memanfaatkan peluang pertumbuhan untuk memperkuat kinerja keuangan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.