Logo
>

Pendapatan INPP Melonjak namun Laba Tergerus, Apa yang Terjadi?

Pendapatan INPP melonjak 32,9 persen, namun laba bersih tertekan akibat lonjakan beban dan penurunan nilai goodwill di tengah penguatan kas.

Ditulis oleh Yunila Wati
Pendapatan INPP Melonjak namun Laba Tergerus, Apa yang Terjadi?
Meskipun catatkan pendapatan tinggi, namun laba bersih INPP terkoreksi dalam. (Foto: dok Indonesia Paradise Property)

KABARBURSA.COM – Kinerja PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) sepanjang 2025 memperlihatkan dua arah yang berjalan berlawanan, ketika pertumbuhan pendapatan yang tinggi tidak berbanding lurus dengan perolehan laba bersih yang justru mengalami penurunan tajam.

INPP mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,74 triliun pada 2025, meningkat 32,9 persen dibandingkan Rp1,31 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi salah satu yang paling menonjol dalam beberapa periode terakhir, dan mencerminkan peningkatan aktivitas bisnis di sektor properti dan hospitality yang dijalankan perusahaan.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, laba bersih justru turun signifikan menjadi Rp49,82 miliar dari Rp418,07 miliar pada 2024. Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan berbagai komponen beban yang membentuk tekanan langsung pada bottom line.

Beban pokok pendapatan meningkat 65 persen menjadi Rp742,99 miliar, lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan pendapatan. Kenaikan ini secara langsung mempersempit ruang margin, meskipun laba kotor tetap tercatat naik 16,03 persen menjadi Rp997,63 miliar dari Rp859,73 miliar.

Beban Penjualan dan Pemasaran Naik

Tekanan berlanjut pada level operasional. Beban penjualan dan pemasaran meningkat menjadi Rp93,52 miliar dari Rp84,04 miliar, sementara beban umum dan administrasi naik cukup signifikan menjadi Rp577,12 miliar dari Rp496,91 miliar. 

Pada saat yang sama, perseroan juga mencatatkan beban penurunan nilai goodwill sebesar Rp51,56 miliar, yang menjadi salah satu faktor yang langsung menekan laba bersih.

Di sisi lain, struktur laba menunjukkan perbedaan antara entitas induk dan konsolidasi. Kepentingan non pengendali mencatatkan laba sebesar Rp148,41 miliar, sementara pemilik entitas induk justru mencatatkan rugi Rp98,59 miliar. 

Komposisi ini mencerminkan bahwa kontribusi laba lebih banyak berasal dari entitas anak dibandingkan induk usaha.

Dari sisi neraca, posisi keuangan INPP menunjukkan penguatan. Total aset meningkat 4,84 persen menjadi Rp10,18 triliun, sementara ekuitas naik menjadi Rp6,73 triliun dari Rp6,29 triliun. Liabilitas relatif stabil di kisaran Rp3,44 triliun, mencerminkan struktur pendanaan yang tidak mengalami perubahan signifikan.

Perubahan yang paling mencolok terlihat pada posisi kas. Kas dan setara kas melonjak menjadi Rp771,39 miliar dari Rp361,69 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh penerbitan obligasi sebesar Rp500 miliar serta pelepasan sebagian kepemilikan saham anak usaha senilai Rp664,6 miliar.

Pergerakan ini menunjukkan adanya aktivitas pendanaan dan aksi korporasi yang cukup besar dalam satu periode, yang secara langsung memperkuat likuiditas perusahaan.

Fluktuasi Saham INPP

Di pasar saham, pergerakan INPP dalam beberapa periode terakhir menunjukkan dinamika yang beragam. Secara year to date, harga saham tercatat naik sekitar 3,29 persen, sementara dalam tiga bulan terakhir menguat lebih dari 10 persen. 

Namun dalam jangka satu tahun, saham masih berada dalam tren penurunan sekitar 13 persen.

Pergerakan ini mencerminkan adanya fase pemulihan jangka pendek di tengah tekanan yang masih terlihat dalam horizon lebih panjang. Dalam jangka tiga tahun, saham INPP tercatat menguat signifikan lebih dari 100 persen, menunjukkan adanya perubahan tren dalam periode yang lebih panjang.

Dalam keseluruhan kinerja 2025, INPP berada pada posisi dengan pertumbuhan pendapatan yang tinggi dan likuiditas yang meningkat, namun dengan tekanan yang cukup besar pada sisi profitabilitas. 

Struktur ini membentuk dinamika yang berbeda antara pertumbuhan usaha dan hasil akhir laba yang tercatat dalam laporan keuangan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79