KABARBURSA.COM - Ekonomi syariah Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan signifikan dan semakin mengukuhkan perannya dalam struktur ekonomi nasional. Peningkatan ini terlihat dari lonjakan aset perbankan syariah serta meluasnya ekosistem keuangan berbasis syariah di berbagai sektor.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, pada Oktober 2025 total aset perbankan syariah mencapai Rp1.028,18 triliun atau tumbuh 11,34 persen secara tahunan (YoY).
Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah industri syariah di Indonesia[1]. Di level global, Indonesia juga mencatat lompatan dengan menempati peringkat ke-3 dalam Global Islamic Economy Indicator 2024-2025, naik dari posisi ke-11 sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh ekspansi ekosistem ekonomi syariah nasional. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, total aset keuangan syariah meningkat dari Rp6.193 triliun pada 2021 menjadi Rp10.257 triliun pada 2025. Capaian ini dianggap mencerminkan akselerasi yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Seiring tren tersebut, Permata Bank melalui unit syariahnya memperkuat komitmen inklusi keuangan lewat semangat “Syariah untuk Semua”. Inisiatif ini diarahkan untuk memperluas akses layanan keuangan syariah yang lebih mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Melalui semangat ‘Syariah untuk Semua’, kami ingin menghadirkan layanan keuangan syariah yang lebih dekat, inklusif, dan relevan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa nilai-nilai syariah seperti transparansi, keadilan, dan keberlanjutan dapat menjadi fondasi dalam menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat bagi lebih banyak orang,” ungkap Meliza M Rusli, Direktur Utama Permata Bank, saat acara Safari Ramadan 2026 di Solo, 5 Maret 2026.
Permintaan terhadap layanan syariah kini tidak hanya datang dari masyarakat yang berorientasi pada prinsip keuangan berbasis syariah, tetapi juga dari mereka yang mencari sistem keuangan yang lebih transparan, adil, dan berkelanjutan dalam mengelola aset.
Dalam HijrahFest Ramadan 2026, Rudy Basyir Ahmad, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank menegaskan bahwa nilai ‘Syariah untuk Semua’ memperkuat peran Permata Bank Syariah sebagai mitra finansial yang terpercaya, mudah dijangkau, dan thoyib bagi siapa pun yang sedang menata perjalanan hijrahnya.
“Kami hadir mendampingi perjalanan hidup masyarakat dari berbagai kalangan dan latar belakang. Pendekatan ini menekankan kehadiran layanan syariah yang inklusif dan relevan di berbagai fase kehidupan, serta memberikan ketenangan dalam mengelola rezeki,” ujarnya.
Melalui strategi tersebut, Permata Bank Syariah menargetkan layanan yang tidak hanya inklusif dan modern, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang selaras dengan prinsip keadilan dan keberkahan dalam keuangan.(*)