Logo
>

Astra (ASII) Catatkan Penjualan Naik 14 Persen, Volume Jumbo di 2026

Penjualan mobil Astra melonjak, pangsa pasar tembus 51 persen, dan saham ikut ngebut di awal 2026. Pasar mulai membaca penguatan fundamental sebagai basis optimisme jangka menengah.

Ditulis oleh Yunila Wati
Astra (ASII) Catatkan Penjualan Naik 14 Persen, Volume Jumbo di 2026
Per Desember 2025, ASII catatkan kenaikan penjualan sebesar 14 persen. Volume yang dihasilkan cukup besar untuk modal meluncur di 2026. Foto: Dok Astra International.

KABARBURSA.COM – PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan adanya kenaikan penjualan kendaraan yang cukup signifikan di Desember 2025. Dengan volume jumbo, ASII yakin target-target yang dikejar di 2026 bisa tercapai.

Head of Corporate Communications ASII Windy Riswantyio, dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026, mengungkap, total penjualan mobil Astra mencapai 409.379 unit. Dengan kata lain, Astra menguasai sekitar 51 persen pangsa pasar nasional. 

Artinya, setiap dua mobil yang terjual di Indonesia sepanjang tahun lalu, satu di antaranya berasal dari jaringan Astra. Posisi ini mempertegas peran ASII sebagai market maker di industri otomotif nasional.

Dari sisi momentum, kinerja Desember 2025 memberi sinyal penting. Penjualan Astra pada bulan tersebut mencapai 40.952 unit, naik 14 persen dibandingkan November. Secara nasional, wholesales mobil Indonesia mencapai 94.102 unit pada Desember, melonjak 27 persen secara bulanan. 

Artinya, lonjakan permintaan di akhir tahun tidak hanya menguntungkan Astra secara absolut, tetapi juga relatif, karena mereka tetap mampu menjaga pangsa pasar di tengah kenaikan permintaan yang tajam.

Astra memasuki 2026 dengan basis volume yang kuat. Penguatan permintaan di Desember memberi indikasi bahwa pasar otomotif belum kehilangan daya dorongnya, meski menghadapi tantangan seperti suku bunga, daya beli, dan ketidakpastian global. 

Dalam konteks ini, dominasi pangsa pasar 51 persen memberi Astra keunggulan skala yang sangat besar, baik dari sisi negosiasi dengan prinsipal, efisiensi logistik, maupun kemampuan mengelola biaya.

Saham Ngebut Lebih dari Delapan Persen

Tidak hanya catatan penjualannya saja yang naik, saham ASII juga ngebut hingga lebih dari 8 persen year to date (ytd). Pada perdagangan hari ini, ASII ditutup naik 4,29 persen ke level 7.300. Penguatan ini terjadi sejak awal sesi, dengan harga pembukaan di 7.075, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 7.000.

Sepanjang perdagangan, ASII bergerak dalam rentang yang relatif lebar, dari level terendah 7.025 hingga menyentuh level tertinggi hariannya di 7.300. Volume transaksi tercatat sebesar 655,01 ribu lot dengan nilai transaksi mencapai Rp473 miliar. Harga rata-rata berada di 7.222, tidak jauh dari level penutupan.

Dari sisi aktivitas pasar, frekuensi transaksi mencapai 15.438 kali. Saham ini juga mencatatkan IEP di 7.300 dengan volume indikatif 115,3 ribu lot, yang mengonfirmasi minat beli masih bertahan hingga fase penutupan.

Secara tren jangka pendek hingga menengah, pergerakan ASII menunjukkan akselerasi yang solid. Dalam satu hari terakhir, saham ini menguat 4,29 persen. Secara mingguan, penguatan mencapai 5,80 persen. Sedangkan satu bulan terakhir, ASII sudah naik 10,61 persen. 

Jika ditarik lebih jauh, tiga bulan, lonjakannya mencapai 23,73 persen, sementara dalam enam bulan, penguatan tercatat 54,99 persen. Secara year-to-date, saham ini telah menguat 8,96 persen, dan dalam setahun terakhir melonjak hampir 49 persen.

Kombinasi kenaikan harga yang konsisten di berbagai timeframe ini mengindikasikan bahwa ASII sedang berada dalam fase tren naik yang relatif kuat. Harga yang ditutup di dekat area tertingginya juga menunjukkan bahwa pasar belum memperlihatkan tanda-tanda distribusi agresif.

Dengan posisi saat ini, ASII masih memiliki ruang menuju batas auto rejection atas (ARA) di 8.400, sementara batas auto rejection bawah (ARB) berada di 5.950. Rentang ini memberi gambaran bahwa volatilitas tetap terjaga, tetapi arah pergerakan saat ini masih condong ke atas.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79