Logo
>

ASII Stop Buyback: Saham Parkir di 7.150

Program buyback hampir menyentuh batas dana, sementara tekanan jual justru mendominasi perdagangan ASII hari ini. Struktur bid–offer memperlihatkan distribusi aktif di tengah likuiditas yang tetap tebal.

Ditulis oleh Yunila Wati
ASII Stop Buyback: Saham Parkir di 7.150
Tampilan layar depan web Astra International Tbk. Foto: Tangkapan Layar.

KABARBURSA.COM – Rencana pembelian Kembali saham atau buyback PT Astra International Tbk (ASII), yang semula berakhir pada 30 Januari 2026, terpaksa dihentikan. Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu, 14 Januari 2026, peghentian dilakukan dengan alasan sudah hampir memenuhi kuota.

ASII sebelumnya menyediakan dana sebesar Rp2 triliun untuk melakukan buyback. Saat ini, mengutip dari keterbukaan informasi tersebut, Perseroan mengaku telah membeli kembali sebanyak 305.213.900 lembar saham. 

Dari jumlah tersebut, ASII menggelontorkan dana sebesar Rp1.999.999.829.789. Memang belum mencapai Rp2 triliun seperti yang dianggarkan, karena sisa dananya tidak mencukupi untuk membeli satu lot saham. Begitu disampaikan Corporate Secretary Astra Gita Tiffani Noer.

“Informasi atau fakta material yang diungkap tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan,” kata Gita.

Program ini dibuat untuk menjaga stabilitas pasar di tengah kondisi fluktuasi signifikan, sesuai ketentuan OJK. Langkah ini menegaskan komitmen Astra untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.

Dalam rencana sebelumnya, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Saham ASII Jeblok Dua Persen

Pada perdagangan sesi pertama hari ini, saham PT Astra International Tbk (ASII) ditutup melemah, turun 2,05 persen atau 150 poin ke level 7.150. Tekanan sudah terasa sejak pembukaan di 7.200, dan harga bergerak fluktuatif dengan rentang harian 7.025–7.225, sebelum akhirnya parkir di area bawah.

Sepanjang sesi, ASII sempat mencoba naik hingga menyentuh 7.225, namun upaya tersebut tidak berlanjut. Tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke titik terendah di 7.025. 

Dari sisi likuiditas, aktivitas transaksi terbilang padat. Total volume tercatat sekitar 151,66 ribu lot dengan nilai transaksi mencapai Rp108,9 miliar. Frekuensi perdagangan menyentuh 1.704 kali.

Dari catatan ini, pelemahan yang terjadi hari ini bukan akibat sepinya pasar, melainkan hasil dari transaksi aktif dua arah.

Struktur bid–offer memperlihatkan tekanan jual yang cukup konsisten. Di sisi bid, antrian terbesar terlihat di level 7.150 dengan 6.205 lot, disusul 7.125 sebanyak 8.371 lot dan 7.100 sebesar 13.042 lot. Area 7.100 hingga 7.050 membentuk lapisan permintaan yang relatif tebal, namun belum cukup kuat untuk menahan tekanan.

Sementara itu, sisi offer menunjukkan suplai yang lebih agresif. Di level 7.175 terdapat 6.236 lot, diikuti 7.200 sebanyak 4.394 lot, dan 7.225 sebesar 3.264 lot. Penumpukan terbesar justru berada di 7.300 dengan 18.538 lot, mencerminkan adanya minat jual signifikan di area atas. 

Bahkan, di level 7.400 masih terdapat antrean besar hingga 14.654 lot, yang mempertegas bahwa area tersebut menjadi zona resistensi kuat.

Secara mikrostruktur, pola ini menggambarkan bahwa pelaku pasar masih cenderung melepas saham ketika harga naik, bukan menambah posisi. Lapisan offer yang tebal di atas harga penutupan membatasi ruang pemulihan jangka pendek.

Dengan penutupan di 7.150, fokus pasar kini tertuju pada area 7.100–7.025 sebagai zona penyangga terdekat. Jika area ini tidak mampu menahan tekanan, risiko pengujian ulang level yang lebih rendah akan semakin terbuka. Sebaliknya, untuk memulihkan struktur teknikal, ASII perlu menembus dan bertahan di atas lapisan offer tebal di 7.200–7.300.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79