Logo
>

SMDR Catat Pertumbuhan Pendapatan, Laba Terkunci Tekanan Operasional

Pendapatan meningkat di tengah ekspansi bisnis, namun lonjakan biaya jasa dan beban keuangan menahan pertumbuhan laba.

Ditulis oleh Yunila Wati
SMDR Catat Pertumbuhan Pendapatan, Laba Terkunci Tekanan Operasional
Aktivitas usaha SMDR tetap berkembang, meskipun tidak seluruh peningkatan pendapatan berkontribusi terhadap laba bersih. (Foto: dok Samudera Indonesia)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) pada awal pekan tidak datang dengan lonjakan tajam, tetapi bergerak naik secara bertahap dan cenderung stabil di sepanjang sesi. Harga ditutup di level 352, naik 1,73 persen, dengan pola pergerakan yang relatif terjaga tanpa fluktuasi ekstrem. 

Di balik kenaikan yang terlihat moderat ini, tersimpan cerita kinerja yang bergerak lebih kompleks antara pertumbuhan pendapatan, tekanan biaya, dan penyesuaian struktur keuangan.

Sepanjang perdagangan Senin, 30 Maret 2026, saham SMDR bergerak dalam rentang 344 hingga 354, setelah dibuka di level 348. Pergerakan ini menunjukkan adanya fase akumulasi yang berjalan bertahap, dengan harga cenderung bertahan di area atas hingga penutupan. 

Struktur intraday seperti ini memperlihatkan bahwa kenaikan harga tidak terjadi secara impulsif, melainkan melalui proses yang relatif stabil sepanjang sesi.

Dari sisi fundamental, SMDR mencatatkan laba bersih sebesar USD79,08 juta pada 2025, meningkat tipis 2,73 persen dibandingkan USD76,97 juta pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terjadi di tengah kenaikan pendapatan yang lebih tinggi, yakni sebesar 8,72 persen menjadi USD801,69 juta dari USD737,40 juta. 

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas usaha tetap berkembang, meskipun tidak seluruh peningkatan pendapatan tersebut berkontribusi langsung terhadap laba bersih.

Kenaikan biaya menjadi faktor utama yang membentuk perbedaan tersebut. Beban jasa tercatat meningkat menjadi USD654,40 juta atau naik sekitar 11,29 persen secara tahunan. Kenaikan ini membuat laba bruto justru mengalami penurunan tipis menjadi USD147,29 juta dari USD149,41 juta. 

Struktur ini memperlihatkan bahwa tekanan margin terjadi pada level operasional, seiring dengan peningkatan biaya yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Di tengah kondisi tersebut, beberapa komponen lain membantu menjaga kinerja tetap berada di zona positif. Kontribusi dari entitas asosiasi yang mencatat laba sebesar USD3,99 juta serta pendapatan bunga sebesar USD14,38 juta menjadi penopang tambahan. 

Laba sebelum pajak tercatat sebesar USD86,34 juta atau meningkat 1,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun demikian, tekanan juga masih terlihat dari sisi beban keuangan yang meningkat menjadi USD28,47 juta, naik sekitar 8,92 persen secara tahunan. Selain itu, keuntungan selisih kurs mengalami penurunan dari USD5,22 juta menjadi USD4,32 juta. 

Kombinasi faktor ini menunjukkan bahwa struktur non-operasional masih memberikan tekanan, meskipun tidak sepenuhnya menggeser arah profitabilitas.

Dari sisi neraca, total aset SMDR meningkat menjadi USD1,43 miliar atau tumbuh 10,68 persen secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan aset tetap menjadi USD501,18 juta, aset hak guna yang melonjak menjadi USD225,94 juta, serta investasi pada entitas asosiasi yang meningkat lebih dari 21 persen. 

Perubahan ini mencerminkan adanya ekspansi dan penguatan kapasitas operasional dalam satu tahun terakhir.

Di sisi lain, total liabilitas naik lebih cepat, yaitu sebesar 16,27 persen menjadi USD652,82 juta. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan liabilitas sewa dan penerbitan sukuk ijarah. Sementara itu, ekuitas juga mengalami kenaikan menjadi USD773,49 juta atau naik 6,36 persen, mencerminkan akumulasi laba yang tetap berjalan.

Dari arus kas, aktivitas operasi mencatatkan kas masuk sebesar USD151,68 juta, meningkat 10,58 persen dibandingkan USD137,16 juta pada 2024. Angka ini menunjukkan bahwa kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas utama masih terjaga. 

Namun, posisi kas akhir tahun justru turun menjadi USD317,74 juta akibat tekanan dari aktivitas investasi dan pendanaan yang lebih besar.

Dalam konteks valuasi, saham SMDR saat ini diperdagangkan dengan rasio price to earnings (P/E) sekitar 6,51 kali, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp5,76 triliun. Posisi ini berada dalam rentang harga 52 minggu antara Rp192 hingga Rp474. 

Dividend yield yang berada di kisaran 3,27 persen menjadi salah satu komponen distribusi kepada pemegang saham.

Di luar kinerja keuangan, terdapat beberapa sentimen yang turut membentuk dinamika saham. Pembelian saham oleh salah satu direktur pada Maret 2026 menunjukkan adanya penambahan kepemilikan internal. 

Selain itu, ekspansi ke Jepang melalui pembentukan anak usaha baru menjadi bagian dari penguatan jaringan logistik di kawasan Asia Timur.

Dengan struktur bisnis yang mencakup pelayaran, logistik, pelabuhan, hingga layanan pendukung, SMDR bergerak dalam ekosistem yang terhubung langsung dengan dinamika perdagangan global. Pergerakan kinerja yang terbentuk sepanjang 2025 memperlihatkan kombinasi antara pertumbuhan aktivitas, tekanan biaya, dan penyesuaian struktur keuangan yang berjalan secara bersamaan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79