Logo
>

Sumsel Dorong Ekonomi Syariah, Siap Jadi Motor Regional

Forum Sumatera 2026 di UIN Raden Fatah dorong ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan regional.

Ditulis oleh Syahrianto
Sumsel Dorong Ekonomi Syariah, Siap Jadi Motor Regional
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sumatera Selatan Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., yang mewakili Gubernur Sumatera Selatandalam Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 di Palembang, Senin, 20 April 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya mendorong ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan regional dalam Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 di Palembang, Senin, 20 April 2026. Fokus ini sejalan dengan penetapan ekonomi syariah sebagai prioritas nasional dalam RPJPN 2025–2045.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sumatera Selatan Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan, menyampaikan bahwa ekonomi syariah terus menjadi sektor strategis yang digali pemerintah karena dampaknya terhadap perekonomian nasional.

“Ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu sektor yang terus kita dorong karena memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional dan daerah,” ujar Basyaruddin dalam sambutan pembukanya, Senin, 20 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah mencakup berbagai aktivitas ekonomi berbasis prinsip syariat Islam, mulai dari perbankan, investasi, industri halal, perdagangan, hingga kewirausahaan. Cakupan yang luas ini dinilai memberikan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi penguatan ekonomi domestik.

“Ekonomi syariah tidak hanya terbatas pada sektor keuangan, tetapi mencakup seluruh aktivitas ekonomi, termasuk industri halal dan kewirausahaan berbasis syariah,” kata dia.

Basyaruddin menambahkan bahwa pengembangan ekonomi syariah ke depan perlu diarahkan pada penguatan skala regional. Integrasi potensi antarwilayah dinilai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang lebih merata dan berkelanjutan.

“Kita sudah harus berbicara dalam konteks regional yang mengintegrasikan keunggulan masing-masing daerah, sehingga ekonomi syariah dapat terus berkembang,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia menyebutkan bahwa sektor ekonomi syariah menunjukkan pertumbuhan yang berada di atas rata-rata ekonomi nasional. Pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan aset, pembiayaan, serta kontribusinya terhadap perekonomian domestik.

Bahkan, kontribusi ekonomi syariah terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat mengalami peningkatan yang signifikan dalam periode tersebut.

Menurut Basyaruddin, pertumbuhan ini juga didorong oleh percepatan sertifikasi halal serta peningkatan permintaan terhadap berbagai produk dan layanan berbasis syariah. Beberapa sektor yang mengalami peningkatan antara lain fashion muslim, kosmetik, farmasi, media keuangan, hingga pariwisata ramah Muslim.

“Permintaan terhadap produk halal terus meningkat, baik dari sisi domestik maupun global. Ini menjadi peluang yang harus terus kita dorong,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa potensi ekonomi syariah akan terus berkembang seiring besarnya pasar domestik dan meningkatnya permintaan global. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

“Kinerja positif ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 digelar di Auditorium Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang dengan mengusung tema ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga keuangan dalam satu forum kolaboratif.

Event ini didukung oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) atau BRIS sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di tingkat regional.

KGI Dorong Ekonomi Syariah Regional

Sebelumnya, CEO Kabar Grup Indonesia (KGI) sekaligus Direktur Utama Kabar Bursa Indonesia Upi Asmaradhana menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menggali potensi ekonomi lokal. Kegiatan serupa telah digelar di Jakarta, Pontianak, dan Makassar.

Forum ini juga menghadirkan dua sesi diskusi panel yang membahas penguatan ekonomi syariah dari perspektif kebijakan, industri, dan akademik. Panel pertama menghadirkan perwakilan DPR RI, OJK, perbankan syariah, dan BAZNAS, sementara panel kedua diisi oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan asosiasi ekonomi syariah.

Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, forum ini diarahkan untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif di wilayah Sumatera bagian selatan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.