Logo

2026 Investasi Lebih Cerdas.
Dengan Data. Bukan Insting.

KabarBursa Investor Pro membantu investor mengambil keputusan berbasis data.

Headline Hari Ini

Infografis

Berita Terbaru

Laba BELL Naik 9 Persen di 2025, Tapi Freefloat Masih 9,03 Persen

Kinerja keuangan BELL juga ditopang oleh pendapatan yang mencapai Rp584,75 miliar sepanjang 2025

VKTR dalam Kondisi Rebound, Diprediksi Bisa Sentuh Level Segini

VKTR berpotensi memiliki momentum jangka pendek setelah break di atas level 760

Bursa Asia Terbelah, Bayang-bayang Hormuz Masih Guncang Pasar

Geopolitik Timur Tengah memicu pergerakan tak seragam di Asia, minyak melonjak dan mata uang emerging market tertekan.

Dividen MEGA Cair April 2026, Berikut Jadwal dan Detailnya

Bank Mega bagikan dividen Rp171 per saham dari laba 2025 yang naik 28 persen. Saham MEGA menguat hampir 5 persen usai pengumuman.

Cadangan Nikel MBMA Melonjak, Nilainya Tembus Rp1.000 Triliun?

Ore reserves naik 48 persen jadi 4,4 juta ton nikel, memperkuat pasokan untuk smelter dan membuka potensi nilai ekonomi besar dari rantai hilirisasi.

Wajib Sertifikasi Halal 2026, Bahan Baku jadi Masalah Utama

Kewajiban sertifikasi halal 2026 menghadapi kendala di sektor tekstil, terutama penelusuran bahan baku dan kesiapan dokumen dari rantai pasok.

PT Merdeka Battery Materials (MBMA) Lakukan Transaksi Afiliasi, Efisiensi atau Risiko?

MBMA lakukan transaksi afiliasi antar entitas grup untuk efisiensi, namun aspek transparansi dan tata kelola tetap jadi perhatian investor.

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Teken Kontrak PSC Cendramas Bersama Petronas

Manajemen Medco dalam keterbukaan informasi menyatakan, Medco Asia Pacific Limited akan memiliki 50 persen participating interest dalam PSC dan bertindak sebagai operator

Saham MEDC Sideways Usai Dapat Proyek Migas Baru

MedcoEnergi menandatangani PSC Cendramas dengan Petronas, menguasai 50% dan menjadi operator dalam ekspansi portofolio migas regional.

NIM Turun, Daya Tahan Yield BBNI Dipertanyakan

Proyeksi margin menyempit dan yield aset melemah, analis pangkas target harga BBNI, namun dividend yield masih di kisaran tinggi.