Logo
>

Laba BELL Naik 9 Persen di 2025, Tapi Freefloat Masih 9,03 Persen

Kinerja keuangan BELL juga ditopang oleh pendapatan yang mencapai Rp584,75 miliar sepanjang 2025

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Laba BELL Naik 9 Persen di 2025, Tapi Freefloat Masih 9,03 Persen
Ilustrasi industri tekstil Indonesia. Foto: Dok Kemenperin.

KABARBURSA.COM - PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mengumumkan sepanjang tahun buku 2025 membukukan laba bersih sebesar Rp12,57 miliar atau tumbuh 9 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Kinerja keuangan BELL juga ditopang oleh pendapatan yang mencapai Rp584,75 miliar sepanjang 2025. Dari sisi struktur bisnis, segmen manufaktur menjadi kontributor utama dengan nilai penjualan sebesar Rp340,84 miliar.

Sementara itu, lini distribusi turut memperkuat kinerja dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5 persen YoY menjadi Rp196,63 miliar, mencerminkan solidnya permintaan pasar terhadap produk perseroan.

Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja, menyampaikan bahwa capaian ini sejalan dengan proyeksi perusahaan di tengah kondisi industri yang menantang.

“Meskipun pasar tekstil nasional dihadapkan pada sejumlah tantangan, BELL tetap mampu membukukan kinerja positif dengan pertumbuhan high single digit sesuai proyeksi yang telah ditetapkan Perseroan," dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com Senin,6 April 2026.

Menurut dia, dalam menjaga tren pertumbuhan tersebut, BELL secara konsisten melakukan optimalisasi di seluruh lini bisnis. Strategi ini dijalankan melalui peningkatan efisiensi operasional serta penguatan proses produksi guna menjaga daya saing perusahaan di pasar domestik maupun internasional.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, perseroan juga mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp21 miliar pada tahun ini.

Dana tersebut difokuskan untuk restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses produksi, serta peningkatan efisiensi melalui pemanfaatan teknologi dan otomatisasi yang lebih optimal. Selain itu, ekspansi di sektor ritel juga menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis ke depan.

Tidak hanya itu, BELL turut memperkuat strategi pertumbuhan melalui inovasi produk yang lebih bernilai tambah dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengoperasian Trisula Innovation Center (TIC), yang menjadi pusat riset dan pengembangan produk bagi BELL serta Trisula Group secara keseluruhan.

Perseroan juga terus mendorong sinergi antar entitas dalam grup guna membuka peluang pertumbuhan baru. Kolaborasi internal ini dinilai penting dalam memperluas jangkauan bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di seluruh lini usaha.

Sebagai informasi, PT Trisula Textile Industries Tbk merupakan anak usaha dari PT Trisula International Tbk yang telah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di industri tekstil dan garmen terintegrasi.

Perusahaan yang berbasis di Cimahi, Jawa Barat ini dikenal sebagai produsen kain berkualitas tinggi, termasuk bahan berbasis 100 persen polyester, poly viscose, hingga protective fabric yang dipasarkan baik di dalam maupun luar negeri.

Selain bisnis manufaktur dan distribusi, BELL juga mengembangkan lini ritel melalui merek JOBB dan Jack Nicklaus. Hingga saat ini, perseroan mengoperasikan 129 point of sales untuk JOBB dan 70 point of sales untuk Jack Nicklaus, memperkuat posisi perusahaan di sektor ritel fesyen.

Menilik data perdagangannya per Senin, 6 April 2026. Saham BELL hari ini berada di kisaran 143 per lembarnya. Namun, saham beredar atau free float -nya masih 9, 03 persen. Sementara BEI dan SRO telah memberlakukan penerapan regulasi baru yakni perusahaan tercatat wajib memiliki free float minimal 15 persen.(*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".