KABARBURSA.COM - Harga minyak mengalami penurunan sedikit pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026 setelah Iran menyatakan berhasil mengendalikan demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapan tahun terakhir. Di sisi lain, penurunan juga disebabkan oleh perkiraan investor terhadap kelanjutan Venezuela untuk mengekspor minyak.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent menjadi USD63,06 per barel, turun 28 sen atau 0,44 psesen. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di USD58,78 per barel, turun 34 sen, atau 0,58 persen.
"Penurunan pasar saham Eropa dan kurangnya gangguan pasokan tambahan sedikit menekan harga minyak, setelah reli yang kuat di akhir pekan lalu," kata analis UBS, Giovanni Staunovo
Reuters melaporkan, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyebut situasi di negaranya telah terkendali setelah demonstrasi besar-besaran selama akhir pekan.
Sementara itu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah memperingatkan kemungkinan intervensi militer jika terjadi penindakan keras terhadap protes di Iran.
Seorang pejabat AS kepada Reuters menyebut Trump diperkirakan akan bertemu dengan para penasihat seniornya pada hari Selasa untuk membahas opsi-opsi terkait Iran.
Selain pulihnya ketegangan di Iran, penurunan harga minyak juga disebabkan oleh perkiraan Venezuela yang akan segera melanjutkan ekspor minyak setelah penggulingan Presiden Nicolas Maduro.
Menurut empat sumber yang mengetahui operasi tersebut, hal itu memicu persaingan di antara perusahaan-perusahaan minyak untuk mencari kapal tanker. Mereka diklaim juga tengah mempersiapkan operasi untuk mengirimkan minyak mentah dengan aman dari kapal dan pelabuhan-pelabuhan Venezuela.
Dalam pertemuan di Gedung Putih pada hari Jumat, perusahaan Trafigura mengatakan bahwa kapal pertama mereka akan mulai memuat barang pada pekan depan.
Investor juga mengamati risiko gangguan pasokan dari Rusia, di tengah serangan Ukraina yang menargetkan fasilitas energinya dan prospek sanksi AS yang lebih keras terhadap energi Rusia.
Goldman Sachs menyebutkan, harga minyak kemungkinan akan mengalami penurunan tahun ini karena gelombang pasokan menciptakan surplus pasar, meskipun risiko geopolitik tetap ada seperti di Rusia, Venezuela, dan Iran.
Bank investasi tersebut mempertahankan perkiraan harga rata-rata tahun 2026 sebesar USD56/USD52 per barel untuk Brent/WTI, dan memperkirakan harga Brent/WTI akan mencapai titik terendah di USD54/USD50 pada kuartal terakhir seiring dengan peningkatan persediaan negara-negara OECD. (*)