KABARBURSA.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan pemerintah memperluas target pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi 1.000 unit pada tahun ini. Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp22,5 triliun.
Kata Zulhas, panggilan akrabnya, dari target awal 100 unit, saat ini sebanyak 85 unit telah rampung dibangun.
“Sebagaimana disampaikan Bapak Presiden, dari 100 unit yang ditargetkan, sudah selesai 85 unit. Masih ada 15 unit lagi dalam tahap penyelesaian,” ujar Zulhas dalam diskusi panel Indonesia Economic Outlook yang digelar di Wisma Danantara, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menegaskan, pemerintah mempercepat realisasi program tersebut dengan lonjakan target signifikan pada tahun ini.
“Tahun ini akan kita selesaikan 1.000 unit. Kalau 1.000 unit, anggarannya kurang lebih Rp22,5 triliun,” katanya.
Zulhas menambahkan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan mencapai 5.000 unit hingga 2029. Program ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur perikanan sekaligus memperbaiki rantai pasok hasil tangkapan nelayan.
Menurutnya, selama ini nelayan memiliki posisi tawar yang relatif rendah akibat keterbatasan fasilitas pendukung seperti penyimpanan dan distribusi.
“Program ini akan berdampak besar pada sektor riil dan penciptaan lapangan kerja. Selama ini nelayan kita daya tawarnya rendah karena minim dukungan infrastruktur,” jelasnya.
Pemerintah, lanjut dia, akan melengkapi kawasan tersebut dengan fasilitas seperti pabrik es, cold storage, serta sistem distribusi terintegrasi. Dengan dukungan tersebut, nelayan diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus meningkatkan nilai jual.
“Ke depan nelayan akan memiliki daya tawar lebih tinggi karena tersedia pabrik es, cold storage, dan sistem distribusi. Setiap kecamatan diharapkan bisa swasembada ikan untuk mendukung pasokan ke SPPG,” tandasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir melalui penguatan sektor perikanan berbasis kawasan.
Program MBG Saat Ramadan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan penyesuaian mekanisme distribusi bagi peserta didik Muslim.
Menurut Zulhas, siswa Muslim akan menerima paket makanan kering yang dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Paket tersebut antara lain berisi telur, roti, dan kurma.
“Selama Ramadan, untuk siswa Muslim akan diberikan makanan kering yang bisa dibawa pulang,” ujar Zulhas di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.
Sementara itu, siswa nonmuslim tetap menerima makanan seperti biasa dan dapat dikonsumsi di sekolah. Adapun untuk santri di pondok pesantren, pendistribusian makanan akan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.
Zulhas menegaskan, tidak ada perubahan skema bagi kelompok penerima manfaat lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program MBG untuk kelompok tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan sebelumnya.
Pemerintah memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman selama pelaksanaan program di bulan suci. (*)
Reporter: Adi Subchan