Logo
>

Apa Peran Danantara di World Economic Forum Davos?

Debut Danantara Indonesia di WEF Davos menandai strategi baru diplomasi investasi Indonesia, dari sekadar pencari modal menjadi mitra strategis global.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Apa Peran Danantara di World Economic Forum Davos?
Danantara Indonesia tampil perdana di WEF Davos. Pemerintah dorong investasi berkualitas dan kemitraan jangka panjang di panggung ekonomi global. Foto: Dok. BKPM/Kementerian Investasi.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Kehadiran Indonesia di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, tahun ini membawa pesan yang berbeda. Bukan lagi sekadar hadir sebagai peserta forum, Indonesia kini datang dengan wajah baru dalam diplomasi investasinya lewat Danantara Indonesia.

    Bagi Danantara, ini bukan hanya debut di panggung global. Forum tahunan yang mempertemukan pemimpin negara, investor institusional, dan pengelola dana besar dunia itu menjadi arena pertama untuk menguji satu hal penting: apakah Indonesia siap tampil sebagai mitra investasi jangka panjang, bukan sekadar tujuan penempatan modal sesaat.

    WEF 2026 juga menandai kembalinya Presiden Prabowo Subianto ke Davos setelah lebih dari satu dekade. Kehadiran kepala negara itu memberi bobot politik tersendiri pada misi Danantara yang diluncurkan pada 2025 sebagai badan pengelola investasi negara.

    Sebagai sovereign investment platform, Danantara tidak datang ke Davos untuk sekadar “show the flag”. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa partisipasi ini diarahkan untuk membangun kemitraan strategis dan memobilisasi modal secara selektif.

    “Kehadiran Danantara Indonesia di World Economic Forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun kemitraan global yang berlandaskan tata kelola yang kuat dan kualitas investasi yang tinggi. Melalui partisipasi ini, keberadaan Indonesia di WEF tahun ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha,” kata Rosan, dikutip dari laman Danantara, Jumat, 23 Januari 2026.

    Pernyataan ini memberi petunjuk arah bahwa Danantara ingin menghubungkan kebijakan negara, agenda investasi, dan kepentingan bisnis dalam satu tarikan napas. Langkah ini bukan pendekatan yang lazim bagi negara berkembang yang selama ini lebih sering tampil sebagai capital seeker.

    Bukan Sekadar Penonton

    Rosan juga menekankan kehadiran Danantara membawa sudut pandang pasar berkembang yang berada di garis depan perubahan global, mulai dari krisis iklim, dinamika demografi, hingga tuntutan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    “Dalam konteks inilah Danantara Indonesia memosisikan diri tidak hanya sebagai investor, tetapi sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial,” kata Rosan.

    Di sini, Danantara berupaya menggeser narasi. Indonesia tidak lagi sekadar menawarkan proyek, tetapi menawarkan visi investasi yang relevan dengan kebutuhan domestik sekaligus sejalan dengan agenda global.

    Rosan memastikan setiap kolaborasi yang dijajaki di Davos harus memenuhi dua syarat: menarik secara finansial dan memberi dampak langsung bagi transformasi ekonomi Indonesia.

    Prioritas investasi Danantara mencakup:

    • Penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok,
    • Percepatan transisi energi,
    • Peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan,
    • Pengembangan infrastruktur digital,
    • serta penciptaan peluang ekonomi bagi populasi muda.

    Fokus ini mencerminkan posisi Indonesia dalam peta global yang kaya akan sumber daya, pasar domestik besar, dan berada di tengah transisi energi serta digitalisasi.

    Diplomasi Modal di Meja Davos

    Selama WEF 2026, Danantara dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan strategis dengan pimpinan negara, investor institusional, sovereign wealth fund lain, serta lembaga keuangan global. Dialog ini difokuskan pada penjajakan kolaborasi yang terukur, transparan, dan sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia.

    Di tengah dunia yang makin selektif terhadap risiko politik, lingkungan, dan tata kelola, pendekatan ini menjadi krusial. Pasar global kini tidak hanya menanyakan berapa besar return, tetapi juga seberapa tahan dan seberapa bertanggung jawab sebuah investasi.

    Partisipasi Danantara di WEF 2026, yang berjalan seiring dengan kehadiran Prabowo Subianto, menjadi sinyal bahwa Indonesia ingin tampil sebagai pemain yang lebih aktif dalam arsitektur ekonomi global. Bukan lagi sebatas membuka pintu modal, tetapi juga menyaringnya.

    “Partisipasi Danantara ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel, berorientasi jangka panjang, dan berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan,” kata Rosan.

    Pada akhirnya, Davos menjadi panggung ujian awal bagi Danantara. Apakah ia mampu menerjemahkan ambisi besar menjadi kemitraan konkret, itulah yang akan dibaca pasar setelah forum usai. Yang jelas, Indonesia kini tidak datang ke WEF dengan tangan kosong, melainkan dengan platform investasi yang ingin berbicara setara.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).