Logo
>

Bahlil: Harga Avtur Naik, Tapi Masih Kompetitif di Kawasan

Dalam kebijakan tersebut, harga avtur domestik tercatat naik rata-rata sekitar 70 persen

Ditulis oleh Gusti Ridani
Bahlil: Harga Avtur Naik, Tapi Masih Kompetitif di Kawasan
Bahlil: Harga Avtur Naik, Tapi Masih Kompetitif di Kawasan. Foto: Dok Gusti/KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Pemerintah menegaskan harga avtur di Indonesia masih kompetitif dibandingkan negara-negara lain di kawasan, meski Pertamina telah melakukan penyesuaian tarif yang berlaku sejak 1 April 2026. 

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di tengah meningkatnya tekanan biaya pada industri penerbangan akibat penyesuaian harga bahan bakar pesawat.

Bahlil mengatakan harga avtur memang mengikuti mekanisme pasar global, terutama karena produk tersebut juga melayani kebutuhan pengisian bahan bakar bagi penerbangan internasional. Oleh karena itu, perubahan harga dinilai sebagai konsekuensi dari dinamika pasar energi dunia.

“Avtur itu kan harga pasar. Karena ini juga melayani pengisian pesawat dari luar negeri, maka mekanismenya mengikuti pasar,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin 6 April 2026.

Ia mengakui telah terjadi kenaikan harga avtur oleh Pertamina. Namun, menurut dia, secara komparatif harga avtur di dalam negeri masih lebih bersaing dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan tersebut.

“Memang ada kenaikan dari Pertamina, tapi dibandingkan dengan negara lain, kami masih jauh lebih kompetitif,” katanya.

Menurut Bahlil, daya saing harga avtur menjadi faktor penting bagi industri penerbangan nasional, terutama untuk menarik minat maskapai internasional melakukan pengisian bahan bakar di Indonesia. 

Pemerintah, kata dia, terus mengikuti perkembangan harga energi global yang dapat berdampak langsung pada biaya operasional sektor transportasi udara.

Sebelumnya, tekanan terhadap industri penerbangan meningkat setelah Pertamina menyesuaikan harga avtur yang berlaku mulai 1 April 2026. 

Dalam kebijakan tersebut, harga avtur domestik tercatat naik rata-rata sekitar 70 persen, sedangkan harga avtur untuk penerbangan internasional melonjak hingga sekitar 80 persen, dengan variasi di masing-masing bandara.

Peningkatan signifikan salah satunya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Harga avtur domestik yang pada Maret 2026 berada di level Rp13.656,51 per liter, naik menjadi Rp23.551,08 per liter untuk periode 1 hingga 30 April 2026. Dengan demikian, kenaikannya tercatat mencapai 72,45 persen.

Jika dibandingkan dengan tahun 2019 saat kebijakan TBA mulai diberlakukan, menggerakkan harga avtur domestik di bandara tersebut bahkan mencapai 295 persen dari posisi Rp7.970 per liter.

Sementara itu, untuk avtur internasional, harga naik dari 0,742 dolar AS per liter menjadi 1,338 dolar AS per liter, atau melonjak 80,32 persen. Jika dibandingkan dengan level 2019 sebesar 0,6 dolar AS per liter, kenaikannya mencapai 223 persen.

Lonjakan harga ini menjadi perhatian pelaku industri penerbangan karena berpotensi menambah tekanan terhadap biaya operasional maskapai. 

Meski demikian, pemerintah berpandangan posisi harga avtur Indonesia masih kompetitif secara regional, sehingga diharapkan tetap mampu menjaga daya saing sektor penerbangan nasional di tengah harga energi global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang